Cara Menghitung Potongan Harga Emas per Gram saat Menjual

cara menghitung potongan harga emas per gram

Sebelum menjual perhiasan emas, pastikan Anda tahu cara menghitung potongan harga emas per gram dengan benar agar tidak sampai merugi. Pasalnya, toko emas kerap menaksir dengan harga jauh lebih rendah daripada harga beli. 

Mari kita bahas rumus menghitung harga jual emas perhiasan, plus contoh kasusnya, agar Anda lebih percaya diri saat bertransaksi di toko emas.

Rumus Menghitung Harga Jual Emas per Gram Perhiasan

Rumus Menghitung Harga Jual Emas per Gram

Untuk menghitung potongan harga emas ada tiga hal utama yang perlu Anda pahami terlebih dahulu, yakni: kadar emas (misalnya 83,3%), berat emas murni (dalam gram), serta memastikan bahwa perhiasan tidak terhitung berikut batunya.

Jangan lupa juga untuk selalu update harga emas terkini dari sumber terpercaya (misalnya website Emas Murni Asli) untuk pedoman Anda. Berikut rumus sederhananya untuk taksiran nilai material:

Taksiran Harga Jual = (Kadar Emas – 2%) x Harga Emas 24K per Gram

Angka 2% tersebut untuk memperhitungkan loss yang disebabkan oleh patri (bahan sambungan) atau logam campuran lainnya dalam proses pembuatan.

Sebagai contoh, perhiasan dengan kadar 70% akan dikalikan 68% (setelah dikurangi 2% untuk memperhitungkan ongkos patri atau campuran). Lalu kalikan dengan harga emas hari ini (misalnya Rp2.587.800) untuk mendapatkan nilai emas murni.

Selain itu seller juga perlu mengambil fee sekitar 10% dari nilai material murni ini. Untuk kisarannya bervariasi tergantung kebijakan masing-masing toko. Selain itu keberadaan surat emas juga memengaruhi harga jual. 

Perhiasan emas tanpa surat harganya bisa  turun jauh akibat potongan harga yang cukup besar, yaitu antara 10% hingga 25% dari nilai material murni. 

Cara Menghitung Potongan Harga Emas per Gram

cara menghitung potongan harga emas per gram

Jadi berapa persen potongan jual emas sebenarnya? Agar lebih paham cara menghitung potongan harga emas per gram menggunakan rumus simpel di atas, coba cermati beberapa contoh kasusnya berikut.

Kasus 1: Menjual Kalung Emas 22 Karat (91,6%)

Bu Nia mau menjual kalung emas kadar 91,6% (22 karat) dengan berat total 5 gram. Harga emas 24K berada di angka Rp2.587.800/gram. Berat batu permata sekitar 1,25 gram. Berapa taksiran harga kalung milik Bu Nia?

Perhitungan:

  1. Hitung Berat Emas Bersih: 5 gram – 1.25 gram = 3.75 gram
  2. Kadar Emas Efektif: 91,6% – 2% = 89,6% (0,896)
  3. Taksiran Nilai Material: 5 gram x 0,896 × Rp2.587.800 = Rp8.698.858
  4. Taksiran Harga Jual Akhir (Potongan 10%): Rp8.698.858 – (10% x Rp8.698.858) = Rp7.828.972

Kasus 2: Menjual Cincin Emas Kadar 70% Tanpa Surat

Budi menjual cincin emas 70% seberat 5 gram tanpa surat pembelian. Toko menerapkan potongan 15% (karena tanpa surat). Harga 24K tetap Rp2.587.800/gram.

Perhitungan:

  1. Berat Emas Bersih: 5 gram.
  2. Kadar Emas Efektif: 70% – 2% = 68% (atau 0.68)
  3. Taksiran Nilai Material: 5 gram x 0.68 x Rp2.587.800 = Rp8.798.520
  4. Taksiran Harga Jual Akhir (Potongan 15%): Rp8.798.520 – (15% x Rp8.798.520) = Rp7.478.742

Jadi singkatnya, perhiasan mengalami potongan sekitar 10-25% meliputi termasuk loss ongkos dan buyback toko. 

Anda kini memahami cara menghitung potongan harga emas per gram dan terbukti bahwa loss terbesar terjadi pada perhiasan. Jadi jika Anda menghendaki keuntungan murni dengan harga buyback yang tinggi tanpa loss biaya fashion, beralihlah ke logam mulia. 

Emas Murni Asli adalah platform terbaik untuk jual beli emas logam mulia. Kelebihan kami mulai dari proses cepat dan aman, spread kecil, serta harga jual kembali yang kompetitif, memastikan Anda mendapatkan nilai terbaik dari investasi emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *