Pertanyaan soal berapa persen potongan jual emas kerap muncul ketika pemilik logam mulia ini berencana menjualnya. Ya, ternyata harga jualnya tidak mengikuti grafik emas dunia secara penuh, karena pada praktiknya ada potongan lagi.
Karena itulah, agar tidak kaget soal besar potongan penjualannya, kami sudah siapkan beberapa informasi penting untuk Anda, mulai dari persentase, penyebab, hingga tips mengatasinya.
Mari kita bahas satu per satu!
Berapa Potongan Jual Emas yang Diambil Toko?

Setiap toko emas punya kebijakan berbeda soal potongan ini, tapi secara umum, potongan jual emas berada di angka 5–10% dari harga emas murni. Hal ini berlaku untuk buyback standar pada emas yang kondisinya masih bagus dan bersurat lengkap.
Tapi, potongan harga emas jika dijual kembali di toko emas tradisional biasanya jauh lebih besar, yaitu 10–25%, tergantung tingkat kerumitan desain dan tempat Anda membeli emas tersebut.
Nah, jika kondisi emasnya rusak atau tanpa surat, maka potongan jual emas akan ada di rentang 10–20%. Tingginya persentase ini karena toko perlu mengeluarkan tenaga untuk menguji ulang kadar emas dan menyesuaikan kembali nilai jualnya.
Jadi, secara keseluruhan, potongan jual emas di Indonesia biasanya berada di angka 5–25%, tergantung kadar, kondisi, surat, dan kebijakan toko.
Faktor yang Memengaruhi Besar Potongan Harga Jual Emas

Beberapa hal yang jadi faktor penentu potongan harga jual emas adalah:
1. Kadar Kemurnian Emas
Perhiasan dengan kadar tinggi seperti 24K atau 23K cenderung punya nilai jual lebih stabil. Sebaliknya, emas muda seperti 18K atau 16K biasanya mendapat potongan lebih tinggi, karena kandungan campuran logamnya lebih banyak.
2. Kondisi Fisik Emas
Jika emas patah, penyok, berubah bentuk, atau tergores, toko biasanya mengambil potongan tambahan lebih banyak, sekitar 10–20%. Sementara itu, jika kondisi emasnya lebih bagus, tentu potongan tidak akan sebanyak itu.
3. Kelengkapan Surat atau Nota Pembelian
Tanpa surat, toko harus melakukan uji ulang yang berisiko merugikan mereka. Karena itu, potongannya lebih besar dan nilai jualnya turun signifikan.
4. Ongkos Pembuatan (Biaya Desain)
Untuk perhiasan, ongkos pembuatannya tidak ikut dihitung saat buyback. Jadi, meski Anda membeli perhiasan dengan desain rumit dan mahal, perhitungannya tetap berdasarkan karat, bukan karena keindahan dan kerumitan desain.
5. Kebijakan Toko
Ada toko yang memakai sistem persentase potongan, ada juga yang mengambil potongan per gram. Jadi, Anda wajib perhitungkan dulu mana yang lebih menguntungkan.
6. Harga Emas Dunia
Harga buyback mengikuti nilai emas internasional, bukan lokal. Jadi, jika harga di dunia sedang turun, nilai jual otomatis ikut turun, begitupun sebaliknya.
7. Berat Emas
Berat emas otomatis memengaruhi hitungan akhir harganya. Namun, pada perhiasan, nilai berat ini akan dikurangi oleh faktor lain, seperti atau desain yang dianggap tidak memiliki nilai saat buyback.
Tips agar Tidak Rugi Saat Jual Emas

Agar nilai jual emas tetap memuaskan, Anda bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini:
- Selalu simpan nota pembelian, karena dapat membuat nilai jual lebih stabil dan potongannya lebih kecil.
- Pastikan kondisi emas bagus dan utuh agar potongannya tidak besar
- Selalu jual emas saat harga sedang naik, sehingga nilai potongan tidak terlalu terasa.
- Jual kembali di tempat membeli, karena biasanya mau memberikan harga lebih bagus.
- Bandingkan harga di beberapa toko untuk mendapatkan nilai jual terbaik.
- Usahakan untuk menjual emas setelah beberapa tahu agar nilai jual bagus dan tidak rugi karena ongkos pembuatan.
Setelah tahu berapa persen potongan jual emas, maka sebaiknya pilih tempat seperti Emas Murni Asli, karena potongannya kecil, proses cepat, dan transparan. Dengan begitu, investasi Anda terhadap logam mulia akan lebih terasa. Yuk, segera cek Emas Murni Asli sekarang!




