Lewati ke konten utama
Emas batangan bersertifikat resmi, harga transparan diperbarui setiap hari.Lihat Koleksi
Emas Murni Asli
Rp 2.605.000/gram(-0,95%)
Perhiasan

10 Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu Secara Manual

Cara membedakan emas asli dan palsu dengan 10 cara mudah secara manual.

· · 5 menit baca

Wanita Asia memegang emas batangan untuk investasi dan keuangan

Ada banyak cara membedakan emas asli dan palsu secara manual maupun dengan alat berteknologi canggih. Hal ini karena minat orang untuk menjadikannya sebagai aset investasi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Apalagi, emas masih jadi favorit di Indonesia karena harganya dianggap stabil dan tahan terhadap inflasi.

Sayangnya, popularitas tersebut banyak dimanfaatkan oleh oknum untuk berbuat curang. Mulai dari mengedarkan emas palsu, pemalsuan kadar karat yang lebih rendah, bahkan hingga penggunaan pirit yang menyerupai emas. Hal ini karena secara kasatmata, emas asli  dan palsu hampir serupa.

Oleh karena itu, penting untuk tahu cara mengetahui emas asli atau palsu secara manual sebelum Anda membelinya. Simak ciri-cirinya, tabel perbandingan singkat, dan 10 cara pengecekan yang bisa langsung Anda praktikkan di rumah berikut ini.

Ciri-Ciri Emas Asli yang Perlu Dikenali Dulu

Sebelum melakukan pengujian, sebaiknya Anda memahami karakteristik dasar emas asli terlebih dahulu. Beberapa ciri berikut biasanya menjadi patokan utama dalam pengecekan.

  • Tidak bersifat magnetis, sehingga tidak akan mudah tertarik saat didekatkan ke magnet.
  • Memiliki cap atau kode kadar karat, biasanya angka 1 sampai 999 atau satuan 0K sampai 24K
  • Tidak mudah berkarat atau berubah warna meski disimpan lama.
  • Bersifat padat dengan densitas tinggi.
  • Tidak mengeluarkan bau meski terkena air atau keringat.
  • Menghasilkan suara dering yang nyaring dan panjang saat dijatuhkan ke permukaan keras.

Supaya lebih mudah dipahami, berikut perbandingan singkat antara emas asli dan emas palsu pada beberapa aspek yang paling sering diuji.

Aspek

Emas Asli

Emas Palsu

Reaksi terhadap magnet

Tidak tertarik

Bisa tertarik jika mengandung besi atau nikel

Cap kadar

Jelas, rapi, sesuai standar 999/916/750

Samar, tidak ada, atau tidak lazim

Warna permukaan

Stabil dan tetap mengkilap

Mudah pudar atau luntur

Suara saat dijatuhkan

Nyaring dan bertahan lama

Pendek dan terdengar tumpul

Bekas goresan di keramik

Tidak meninggalkan noda hitam

Muncul goresan hitam atau gelap

Aroma setelah kena air atau keringat

Tidak berbau

Cenderung berbau amis atau logam

10 Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu Secara Manual

Setelah mengetahui ciri-cirinya, saatnya masuk ke praktik cara mengetahui apakah emas asli atau palsu secara manual. Berikut 10 metode yang bisa Anda coba sendiri di rumah, mulai dari yang paling sederhana sampai yang sebaiknya dilakukan dengan bantuan ahli.

1. Perhatikan Cap atau Stempel Kadar Emas

Cara ini adalah yang paling mudah, yaitu dengan mengecek bagian dalam permukaan perhiasan maupun batangan emas yang akan Anda beli. Emas asli umumnya memiliki cap kadar yang jelas dan rapi, seperti 999, 916, atau 750.

Jika cap atau stempel tersebut terlihat samar, tidak rapi, atau bahkan tidak ada sama sekali, sebaiknya Anda mulai curiga dan memikirkan kembali apakah ingin melakukan transaksi.

2. Tes dengan Magnet

Emas asli tidak memiliki sifat magnetis, sehingga tidak akan tertarik saat didekatkan pada magnet. Sebaliknya, emas yang mengandung campuran besi atau nikel biasanya akan bereaksi.

Meski praktis, tes ini memiliki keterbatasan karena logam lain, seperti aluminium, juga tidak magnetis. Jadi, sebaiknya dikombinasikan dengan metode lain.

3. Tes Gores pada Keramik

Gosokkan emas secara perlahan ke permukaan keramik polos yang belum dilapisi glasir. Emas asli tidak akan meninggalkan bekas gelap dan warnanya tetap kuning mengilap.

Jika muncul goresan hitam, kemungkinan besar emas tersebut mengandung campuran logam lain. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak permukaan perhiasan.

4. Tes Rendam di Air (Densitas)

Emas murni (24 karat) memiliki densitas 19,3 g/cm³ sehingga dapat diidentifikasi melalui uji air dengan mengukur massa dan volume air yang dipindahkan, tidak hanya berdasarkan indikator tenggelam atau tidak. 

Sebagai contoh, emas seberat 38 gram yang memindahkan 2 cm³ (2 ml) air memiliki densitas sekitar 19 g/cm³, mendekati densitas emas murni. Namun, perlu diingat bahwa emas dengan kadar lebih rendah memang densitasnya lebih kecil karena mengandung lebih banyak logam campuran. 

5. Tes Suara Dering

Jatuhkan emas secara perlahan ke permukaan yang keras, seperti keramik atau logam. Emas asli akan menghasilkan suara dering yang cenderung lebih panjang dan nyaring karena strukturnya lebih padat.

Sedangkan untuk emas palsu cenderung menghasilkan suara yang lebih pendek dan kurang jelas. Namun, tes ini cukup subjektif, jadi sebaiknya jadikan pelengkap saja, bukan metode utama.

6. Tes Gigitan (Khusus Batangan atau Koin)

Emas berkadar tinggi bersifat lunak, sehingga bisa meninggalkan sedikit bekas saat digigit ringan. Prinsip ini sudah lama dipakai untuk menguji koin atau batangan emas.

Namun, tes ini hanya berlaku untuk emas batangan atau koin, bukan perhiasan. Perhiasan biasanya sudah dicampur dengan logam lain sehingga permukaannya lebih keras dan tidak meninggalkan bekas.

7. Cium Aroma Emas

Emas asli tidak akan mengeluarkan bau meski terkena air atau keringat. Sifat emas satu ini berkaitan dengan ketahanannya terhadap korosi.

Sebaliknya, emas palsu yang mengandung kuningan atau tembaga cenderung mengeluarkan aroma amis atau bau logam setelah lembap. Jika Anda mencium bau seperti itu, sebaiknya waspada.

8. Cek Konduktivitas Panas

Emas termasuk konduktor panas yang cukup baik, meski masih di bawah tembaga dan perak. Emas palsu berbahan kuningan atau pirit biasanya menghantarkan panas lebih lambat.

Perbedaan ini memang tidak bisa dilihat sekilas karena membutuhkan pengujian dan perbandingan langsung. Anda bisa memakai emas lain yang sudah dipastikan asli sebagai pembanding.

9. Tes Asam Nitrat 

Emas asli tidak akan bereaksi saat ditetesi asam nitrat. Sebaliknya, emas palsu akan berubah warna, kuning keemasan untuk lapisan emas di atas kuningan, hijau untuk lapisan emas di atas besi, dan putih susu untuk lapisan emas di atas perak.

Sifat asam nitrat juga cukup korosif dan berbahaya bagi saluran pernapasan. Maka dari itu, sebaiknya serahkan uji ini kepada tenaga profesional, bukan dicoba sendiri di rumah.

10. Uji Profesional di Toko Emas atau Pegadaian

Jika masih ragu, cara paling akurat adalah membawa emas ke toko emas terpercaya, Pegadaian, atau butik logam mulia resmi. Di sana, keaslian emas biasanya diuji dengan alat khusus seperti spektrometer atau X-ray fluorescence (XRF).

Hasil uji profesional jauh lebih valid jika dibandingkan dengan metode manual di rumah. Langkah ini cocok jadi validasi akhir sebelum Anda benar-benar yakin membeli atau menjual emas.

Kesimpulan

Cara membedakan emas asli dan palsu secara manual sebenarnya bisa Anda praktikkan sendiri dengan alat sederhana, mulai dari magnet, keramik, air, hingga indra pendengaran dan penciuman. Namun, karena masing-masing metode memiliki keterbatasan, sebaiknya kombinasikan beberapa metode sekaligus agar hasilnya lebih meyakinkan.

Jika masih ragu, terutama jika ingin melakukan transaksi dalam jumlah besar, langkah paling aman adalah membeli emas di gerai resmi dan tepercaya, serta memastikan ada sertifikat keaslian yang menyertainya. Sedikit ketelitian di awal bisa menghindarkan Anda dari kerugian besar di kemudian hari.

Jika Anda ingin membeli emas atau logam mulia bersertifikat, termasuk Kitkat Gold, kunjungi halaman katalog produk kami. Namun, jika ingin membaca tips dan edukasi seputar emas, investasi, maupun harga buyback, kunjungi laman emasmurniasli.co.id dan cek artikel-artikel terbaru kami lainnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah tes magnet cukup untuk memastikan emas asli?

Tes magnet hanya merupakan langkah awal karena ada logam non-magnetis lain, seperti aluminium, yang juga tidak tertarik oleh magnet. Sebaiknya dikombinasikan dengan tes lain seperti cap kadar atau tes gores.

Apakah semua emas asli akan meninggalkan bekas saat digigit?

Tidak selalu. Tes gigitan hanya efektif untuk emas batangan atau koin berkadar tinggi, bukan perhiasan yang biasanya sudah dicampur logam lain sehingga lebih keras.

Amankah melakukan tes asam nitrat sendiri di rumah?

Sebaiknya tidak melakukan tes ini di rumah. Asam nitrat berbahaya bagi kesehatan pernapasan, jadi lebih aman jika tes ini dipercayakan kepada petugas toko emas atau ahli yang berpengalaman.

Bagaimana cara paling akurat untuk memastikan keaslian emas?

Cara paling akurat adalah membawa emas ke toko emas resmi, Pegadaian, atau layanan cek keaslian emas seperti Raja Emas. Alat khusus seperti spektrometer atau XRF memberi hasil yang jauh lebih presisi dibandingkan dengan metode manual di rumah.

Apakah emas tanpa surat masih bisa dijual atau dicek keasliannya?

Bisa. Beberapa layanan seperti Raja Emas tetap menerima cek keaslian emas maupun jual emas tanpa surat, meski proses penilaiannya biasanya butuh pengecekan fisik lebih teliti dibandingkan dengan emas yang dokumennya lengkap.

Bagikan artikel ini
TE
Tim Editorial

Tim Emas Murni Asli

Dapatkan info harga emas di inbox Anda.

Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.

Butuh bantuan?