Banyak orang mulai melirik investasi emas tanpa menyimpan bentuk fisiknya di rumah. Emas digital adalah jawaban atas kebutuhan tersebut, karena Anda bisa memiliki emas hanya lewat aplikasi di ponsel tanpa repot memikirkan brankas atau tempat penyimpanan khusus.
Cara membelinya pun tidak sulit, mulai dari aplikasi fintech, marketplace investasi, hingga layanan seperti emas digital Pegadaian yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Namun, sebelum memulai transaksi, penting untuk memahami definisi, cara kerja, dan hukum yang terkait dengan emas digital agar keputusan investasi lebih meyakinkan.
Artikel ini akan membahas apa itu emas digital, langkah-langkah membelinya lewat beberapa metode, hal yang perlu diperhatikan sebelum bertransaksi, dan pandangan hukum emas digital dalam Islam.
Apa itu Emas Digital?
Emas digital adalah bentuk kepemilikan emas yang dicatat secara elektronik melalui platform atau aplikasi resmi. Saat Anda membeli emas digital, dana yang dibayarkan akan dikonversi menjadi satuan gram berdasarkan harga emas yang berlaku saat transaksi dilakukan.
Emas digital merupakan representasi dari emas fisik asli, dan bukan hanya angka di layar aplikasi. Setiap gram yang tercatat akan dijamin oleh cadangan emas fisik yang disimpan oleh lembaga kustodian berizin, seperti yang diterapkan pada layanan Tabungan Emas Pegadaian.
Di Indonesia, perdagangan emas digital diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) di bawah naungan Kementerian Perdagangan. Beberapa penyedia layanan juga berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk dan layanan lainnya.
Yang perlu Anda pahami, konsep emas digital adalah solusi yang cocok bagi Anda para investor pemula karena modal awalnya jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan membeli emas batangan langsung. Modalnya juga bisa dimulai dari Rp10.000 saja.
Cara Membeli Emas Digital Lewat Beberapa Platform
Ada beberapa cara untuk mulai memiliki emas digital yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Berikut tiga metode yang paling umum digunakan di Indonesia.
1. Membeli Emas Digital Lewat Aplikasi Fintech atau Marketplace
- Daftar akun dan verifikasi identitas: Unduh aplikasi fintech atau marketplace investasi, lalu daftarkan akun menggunakan nomor HP atau email yang Anda miliki. Lengkapi proses verifikasi identitas (e-KYC) dengan mengunggah kartu identitas agar akun Anda aktif dan siap bertransaksi.
- Top up saldo: Isi saldo melalui transfer bank atau virtual account sesuai nominal yang diinginkan. Jangan khawatir, karena sebagian platform mendukung berbagai metode pembayaran agar prosesnya lebih fleksibel.
- Beli emas sesuai nominal: Masukkan nominal pembelian, bisa dimulai dari puluhan ribu rupiah saja. Setelah transaksi dikonfirmasi, saldo emas digital akan langsung bertambah di akun Anda.
2. Membeli Emas Digital Lewat Tabungan Emas Pegadaian
- Kunjungi aplikasi atau cabang Pegadaian: Layanan ini bisa Anda buka lewat aplikasi Pegadaian Digital atau datang langsung ke kantor cabang terdekat.
- Buka rekening Tabungan Emas: Anda harus melengkapi data diri dan setoran awal yang umumnya mulai dari Rp10.000. Jaminan emas yang diberikan tetap setara dengan 24 karat meski bentuknya digital.
- Nabung rutin atau cetak fisik: Saldo Anda bisa bertambah kapan saja dan tidak akan hilang meski Anda tidak menabung secara rutin. Jika sudah mencapai jumlah tertentu, Anda juga bisa mencetaknya menjadi emas batangan fisik.
3. Membeli Emas Digital Lewat Bank atau Lembaga Keuangan Syariah
- Pilih layanan emas berbasis syariah: Beberapa bank syariah menyediakan pembiayaan emas dengan akad sesuai prinsip syariah. Metode satu ini cocok bagi Anda yang ingin memastikan hukum emas digital yang disimpan sesuai syariat Islam.
- Lengkapi pengajuan agunan: Pada produk pembiayaan, biasanya perlu memilih gramasi terlebih dahulu sebagai agunan. Proses pengajuannya dapat Anda lakukan lewat aplikasi atau cabang bank terkait.
- Lunasi dan terima emas: Setelah pembiayaan lunas, emas akan dikirim langsung ke alamat Anda. Hal ini akan memudahkan kepemilikan emas fisik secara bertahap tanpa membayar penuh di awal.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Emas Digital
Sebelum memutuskan platform mana yang ingin Anda gunakan untuk bertransaksi, ada beberapa aspek penting yang perlu Anda cek terlebih dahulu agar investasi tetap aman.
1. Pastikan Platform Berizin dan Diawasi Resmi
Periksa status izin platform melalui situs resmi Bappebti atau OJK sebelum mendaftar. Platform yang legal biasanya akan mencantumkan nomor izin secara jelas di halaman resminya. Selain itu, sebaiknya hindari platform yang tidak transparan terkait legalitas atau yang menawarkan return yang tidak wajar.
Maka dari itu, pastikan kredibilitas penyedia layanan memang tepercaya, agar emas digital Anda tidak hilang sia-sia.
2. Cek Sistem Penyimpanan dan Audit Emas Fisik
Pastikan emas digital Anda memiliki wujud fisik aslinya dan diaudit oleh pihak independen, bukan hanya dicatat secara internal. Hal ini cukup penting agar klaim kepemilikan tetap bisa ditelusuri meski terjadi masalah operasional pada platform tempat Anda menabung.
Cari tahu juga, apakah saldo emas bisa dicetak menjadi emas batangan fisik kapan pun syaratnya terpenuhi. Hal ini dapat menjadi indikator penting bahwa emas digital yang ditawarkan memang didukung oleh aset riil.
3. Pahami Biaya, Spread, dan Ketentuan Pencairan
Setiap platform memiliki biaya transaksi dan spread jual beli yang berbeda, jadi bandingkan sebelum memilih. Beberapa layanan juga mengenakan biaya penyimpanan tahunan atau bulanan yang perlu diperhitungkan dalam jangka panjang.
Perhatikan pula ketentuan pencairan dan biaya cetaknya jika suatu hari Anda ingin menukarkan saldo menjadi emas fisik. Informasi ini biasanya tersedia secara lengkap pada halaman biaya resmi dari masing-masing platform.
Hukum Emas Digital dalam Islam
Hukum emas digital menjadi pertanyaan yang cukup sering muncul, apalagi emas ini tidak berwujud fisik secara langsung. Selama transaksi dilakukan dengan akad yang jelas, emas benar-benar ada wujudnya di kustodian, dan tidak mengandung riba, gharar, atau maisir, maka dasarnya diperbolehkan menurut sebagian besar ulama kontemporer.
Beberapa lembaga keuangan syariah bahkan menyediakan produk pembiayaan emas dengan akad murabahah agar prosesnya sesuai dengan kaidah syariah. Meski begitu, pandangan hukum tentang emas digital tetap bisa berbeda tergantung pada mazhab dan detail akad yang digunakan.
Maka dari itu, konsultasi dengan lembaga fatwa resmi seperti Dewan Syariah Nasional MUI sangat disarankan.
Yuk, Mulai Berinvestasi Emas Sekarang
Emas digital adalah pilihan praktis jika Anda ingin mulai berinvestasi emas dengan modal kecil dan proses yang sepenuhnya online. Namun, bagi Anda yang ingin memiliki aset fisik secara langsung dan tidak bergantung pada pihak ketiga, emas fisik tetap bisa menjadi pilihan untuk simpanan jangka panjang.
Emas Murni menyediakan pilihan logam mulia, Kitkat Gold, hingga emas custom sesuai dengan kebutuhan dan momen spesial Anda. Kunjungi laman emasmurniasli.co.id sekarang untuk informasi produk lebih lanjut →
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah emas digital sama dengan tabungan emas?
Pada dasarnya sama. Tabungan emas adalah kebiasaan membeli emas digital secara rutin dalam jumlah kecil, jadi bukan produk yang berbeda dari sisi mekanisme kepemilikannya.
Berapa modal minimum untuk membeli emas digital?
Modal minumnya bergantung pada platform yang dipilih. Pada beberapa layanan seperti emas digital Pegadaian, pembelian bisa Anda lakukan dengan nominal mulai dari Rp10.000 saja.
Apakah emas digital diawasi oleh OJK atau Bappebti?
Perdagangan emas digital umumnya diawasi oleh Bappebti di bawah naungan Kementerian Perdagangan. Beberapa penyedia juga berada dalam pengawasan OJK untuk produk dan layanan lain di ekosistemnya.
Apakah saldo emas digital bisa dicetak menjadi emas fisik?
Bisa, selama saldo sudah mencapai ketentuan minimum pada masing-masing platform. Proses pencetakan biasanya dikenakan biaya cetak dan pengiriman terpisah dari harga emas.
Apakah emas digital aman dari sisi hukum syariah?
Emas digital pada dasarnya diperbolehkan jika transaksinya bebas riba, gharar, dan terdapat wujud emas fisiknya yang asli. Namun, sebaiknya, pilih platform yang bekerja sama dengan lembaga bersertifikat syariah agar lebih meyakinkan.
Tim Emas Murni Asli
Dapatkan info harga emas di inbox Anda.
Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.



