Banyak orang memilih perhiasan emas putih karena tampilannya elegan dan modern. Tapi, saat waktunya menjual, harga jual emas putih sering kali tidak sesuai ekspektasi.
Jadi, wajar Anda mengeluh soal fenomena ini, apalagi jika membandingkan dengan nilai jual emas kuning yang terbilang stabil. Tapi, sebenarnya hal ini normal, apalagi ketika melihat faktor penyebabnya.
Jadi, agar Anda tidak bingung, langsung saja kita bahas soal harga, faktor penyebab, sampai tips agar harga jualnya tetap bagus. Mari kita bahas detailnya!
Harga Jual Emas Putih

Sebagai pedoman kita akan lihat dulu berapa harga 1 gram emas putih berdasarkan jumlah karatnya, yaitu:
- 10K: sekitar Rp500 ribuan – Rp600 ribuan
- 14K: sekitar Rp800 ribuan – Rp900 ribuan
- 18K: sekitar Rp1 juta – Rp1,1 juta
- 22K: sekitar Rp1,3 juta – Rp1,4 juta
Anda mungkin sadar jika harga jual di atas terkesan jauh lebih murah daripada harga belinya. Nah, harga beli emas putih biasanya lebih tinggi karena hadir dalam bentuk perhiasan, dengan desain kompleks, bercampur logam tertentu, dan ada lapisan rhodiumnya.
Sayangnya, saat menjualnya kembali, harga emas putih ini tidak lagi dihitung berdasarkan desain, kerumitan, atau ongkos pembuatannya.
Faktor yang Memengaruhi Harga Emas Putih

Seperti yang disebut sebelumnya, penentu harga jual emas putih bukan lagi pada desainnya, tapi karena faktor lain, yaitu:
1. Kadar Karat
Kadar karat menentukan kandungan emas murni di dalam perhiasan Anda. Semakin tinggi karatnya, maka semakin tinggi pula harganya. Jadi, tidak perlu heran jika harga emas putih 18K akan lebih mahal daripada 14K, ya.
2. Harga Emas Dunia
Pergerakan harga emas global sangat memengaruhi harga emas putih. Sebab, emas putih tetap berbasis kandungan emas murni, maka setiap kenaikan atau penurunan harga internasional akan langsung berdampak ke pasaran lokal.
3. Brand atau Toko Perhiasan
Nama besar atau reputasi toko juga memengaruhi harga. Alhasil, ketika Anda menjual perhiasan dari brand premium, harga jualnya bisa lebih mahal karena kualitas pengerjaan dan desain yang lebih rumit.
4. Kondisi Fisik Perhiasan
Jika emas putih Anda sudah tidak bagus kondisinya akibat goresan, lapisan rhodium aus, atau cacat kecil, maka nilai buyback-nya bisa berkurang.
5. Kondisi Ekonomi dan Nilai Tukar
Kondisi ekonomi dan nilai tukar juga turut berperan aktif dalam nilai jual emas. Yang menguntungkan justru ketika ekonomi tidak stabil, inflasi, atau lemahnya mata uang, karena harga emas akan naik. Jadi, jika menjualnya dalam kondisi normal, harganya tentu lebih murah.
Tips Jual Emas Putih agar Untung Banyak

Nah, agar nilai jual emas Anda tidak terlalu anjlok atau malah untung, cobalah beberapa tips ini:
- Pantau harga emas secara berkala, lalu jual saat harganya sedang naik.
- Jaga kondisi perhiasan agar tetap bagus, sehingga nilai jualnya tidak turun drastis.
- Sertakan nota atau surat pembelian untuk verifikasi dan membuat harga jual lebih baik.
- Jual kembali ke toko tempat membeli, karena biasanya memberikan nilai buyback lebih tinggi untuk konsumen lamanya.
- Tunggu setahun sampai dua tahun agar nilai investasinya lebih terasa.
- Cek kadar emas sebelum dijual, sehingga Anda bisa memperkirakan nilai buyback dan menghindari potongan yang tidak wajar.
Dengan memahami faktor dan tips di atas, maka harga jual emas putih Anda mungkin akan lebih baik. Nah, jika setelah itu ingin beralih berinvestasi pada emas batangan, maka pastikan untuk membelinya di Emas Murni Asli. Di Emas Murni Asli, kami jamin produk asli dan sudah dilengkapi packaging aman!




