Skip to main content
Emas batangan bersertifikat resmi, harga transparan diperbarui setiap hari.Lihat Koleksi

Apakah Harga Emas Stabil atau Selalu Naik? Ini Penjelasannya

Apabila Anda hendak berinvestasi, tentu Anda mencari aset yang aman dan

Apakah Harga Emas Stabil atau Selalu Naik? Ini Penjelasannya

Apabila Anda hendak berinvestasi, tentu Anda mencari aset yang aman dan nilainya tidak mudah berubah, terlebih di masa ekonomi yang tak menentu. Barangkali Anda penasaran, apakah harga emas stabil?

Terlepas dari klaim kebanyakan pakar dan media yang dengan serempak mengatakan ya, jawabannya tidak sesederhana itu. Ingin tahu alasannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apakah Harga Emas Selalu Stabil?

Apakah Harga Emas Selalu Stabil

Untuk tahu harga emas stabil atau tidak, perlu koreksi satu pemahaman yang keliru dulu.

Di dunia investasi, stabil sering disangka berarti harganya tidak pernah berubah-ubah. Faktanya, emas disebut stabil karena bisa mempertahankan nilai riilnya dalam waktu sangat lama, kendati nilai uang terus melemah.

Jika menengok sejarah panjang sejak 1971, yakni periode ketika hubungan emas dengan dolar AS diputus, harga emas secara nominal memang naik jauh. Tapi, kenaikan itu tidak mulus. Selalu ada periode naik dan turun.

Lantas, apakah harga emas selalu naik? Tidak. Nyatanya, ada periode-periode di mana harga emas justru anjlok tajam atau mandek dalam jangka panjang.

Contohnya, emas pernah mencapai puncak harga US$850 (Rp14,3 juta) per ons pada Januari 1980. Namun setelah itu, harganya masuk fase penurunan panjang yang berlangsung hampir dua dekade, dan menyentuh harga terendah US$253 (Rp4,2 juta) per ons pada tahun 1999.

Turunnya harga emas waktu itu disebabkan oleh sejumlah hal, di antaranya karena perekonomian AS yang menguat, inflasi yang berhasil ditekan di era Paul Volcker sebagai Ketua Federal Reserve, dan kebijakan beberapa bank sentral yang mulai menjual simpanan emasnya untuk berpindah ke aset lain.

Contoh lain, pada periode 2013-2014, harga emas juga pernah turun drastis sebesar 29%, dari US$1.695 (Rp28,6 juta) menjadi US$1.200 (Rp20,2 juta) per ons. Ini terjadi ketika Federal Serserve mulai mengurangi program stimulus ekonominya, yang menandakan dolar AS akan menguat dan suku bunga naik.

Peristiwa-peristiwa seperti ini menunjukkan bahwa harga emas sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter dan situasi ekonomi. Oleh karena itu, klaim bahwa harga emas stabil atau selalu naik sebetulnya adalah hiperbola yang tidak berlandaskan data pasar.

Jadi, apakah emas stabil? Ya, dari segi nilainya sebagai investasi jangka panjang. Tetapi harganya tidak selalu tetap dan bisa berfluktuasi dalam jangka pendek (harian atau tahunan).

Apa Penyebab Harga Emas Naik dan Turun?

Apakah Emas Stabil

Karena itu, Anda perlu mengetahui apa saja yang bisa mendorong harga emas. Dua faktor utamanya adalah suku bunga riil dan likuiditas global.

1. Suku Bunga Riil

Jika suku bunga riil rendah atau minus, minat terhadap emas meningkat. Alasannya, investor merasa tidak rugi besar lantaran bunga yang mereka lewatkan dengan memegang emas menurun. Sebaliknya, ketika suku bunga riil naik, daya tarik emas biasanya melemah. Artinya, harga emas cenderung turun.

2. Likuiditas Global

Emas adalah komoditas yang nilainya menggunakan dolar AS. Alhasil, pergerakannya cenderung berbanding terbalik dengan nilai dolar. Dalam 5 tahun terakhir, hubungan terbalik ini berkisar di angka -0,7.

Logikanya, ketika dolar melemah, emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global yang menggunakan mata uang lain. Namun, kondisi ini bisa mendongkrak permintaan dan akhirnya mendorong harga emas naik pula.

Di tahun 2025, penurunan nilai dolar AS sebesar sekitar 10% terhadap mata uang utama global menjadi penyebab yang mengantarkan emas ke rekor harga tertinggi. Membengkaknya utang nasional AS dan kebijakan suku bunga yang lebih longgar terus menjadi pendukung kuat bagi naiknya harga emas.

Kesimpulannya, apakah harga emas stabil? Jika menengok sejarah dan prinsip ekonomi yang menggerakkannya, jawabannya tidak dalam jangka pendek. Akan tetapi, emas masih layak Anda pertimbangkan sebagai instrumen investasi. Yang terpenting adalah Anda paham timing yang tepat untuk membeli dan menjual.

Jika Anda ingin memperoleh harga terbaik di segala situasi pasar, solusinya adalah menjual ke Emas Murni Asli. Cek harga transparan kami setiap hari di website, sehingga Anda bisa yakin akan selalu mendapatkan penawaran tertinggi.

Bacaan terkait

Dapatkan info harga emas di inbox Anda.

Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.