Berinvestasi emas sering kali menjadi salah satu pilihan paling aman bagi investor pemula. Apalagi, harga emas, khususnya jenis Antam, naik lebih dari 665 % dalam 20 tahun terakhir, dari Rp300.000/gram pada tahun 2006 menjadi hampir Rp3.000.000/gram pada 2026.
Pergeseran tren investasi ini juga tidak terlepas dari kekecewaan generasi muda terhadap volatilitas kripto. Emas dianggap sebagai safe haven karena cenderung lebih aman dan lebih mudah diprediksi.
Lalu, dari mana Anda harus mulai berinvestasi emas? Di manakah yang aman? Simak jawaban lengkapnya dalam artikel berikut!
Mengapa Investasi Emas Cocok Jadi Pilihan Generasi Muda?
Daya tarik investasi emas beberapa waktu belakangan ini cukup meningkat. Lalu, mengapa instrumen ini banyak dipilih? Berikut adalah beberapa alasan mengapa emas relevan sebagai pilihan aset untuk mulai berinvestasi, terutama bagi pemula.
1. Bukan Lagi Aset Investasi Generasi Lama
Menurut laman Media Keuangan Kemenkeu, permintaan emas global naik hingga 6% pada tahun 2025. Hal tersebut sebagian besar didorong oleh belanja ritel yang banyak dilakukan oleh kelompok usia 20-35 tahun. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa emas menjadi pilihan instrumen yang banyak bagi generasi muda, termasuk investor pemula.
2. Banyak Gen Z dan Milenial Memilih Emas
Tren berinvestasi emas juga didukung oleh pertumbuhan nasabah Pegadaian yang lebih banyak didominasi oleh Generasi Z sepanjang 2025 sebesar 116%, jauh lebih tinggi dibandingkan generasi lainnya. Di sisi lain, dilansir dari laman berita investasi Bareksa, sekitar 85-90% investor di platform emas digital Treasury juga berasal dari Gen Z dan milenial.
3. Mudah Diakses Secara Digital
Perkembangan layanan investasi emas digital dan tabungan emas dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat. Hal ini didukung oleh jumlah total pengguna tabungan emas di Pegadaian yang mencapai 4,45 juta nasabah. Bahkan, menurut laman detik.com, transaksi emas digital nasional pada tahun 2024 meningkat 16% YoY (year-on-year) dan total valuasi Rp422 miliar.
4. Lebih Minim Risiko
Diversifikasi instrumen investasi dari kripto ke emas dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak Generasi Z sadar akan pentingnya aset yang lebih stabil. Walaupun volatilitas tahunan Bitcoin bisa mencapai lebih dari 52,2% pada tahun 2025, atau tiga kali lipat dari emas sebesar 15,5%, banyak generasi muda tetap memilih emas karena kripto dianggap lebih berisiko.
Baca Juga: 5 Cara Investasi Perhiasan Emas untuk Pemula Biar Cuan
Jenis-Jenis Investasi Emas
Ada banyak jenis instrumen emas yang dapat dijadikan aset investasi. Berikut adalah tabel perbandingan beberapa instrumen emas yang dapat Anda pilih.
Jenis | Contoh Produk | Modal Awal | Likuiditas | Risiko | Biaya Tambahan | Cocok Untuk |
Emas Batangan | Antam, UBS | ±Rp1,5 juta (0,5gr) | Tinggi | Rendah | Biaya SDB ±Rp200-500rb /tahun | Investasi jangka panjang |
Emas Koin | Antam Koin | ±Rp1,5 juta (0,5gr) | Sedang | Rendah | Biaya penyimpanan fisik | Koleksi + investasi |
Emas Perhiasan | Toko emas lokal | Variatif | Sedang | Sedang | Ongkos pembuatan 10-20% | Gaya hidup + investasi sekunder |
Tabungan Emas Digital | Pegadaian, Shopee, Tokopedia, DANA | Mulai Rp500 | Tinggi | Rendah | Biaya simpan Rp30.000 /tahun (Pegadaian) | Pemula, modal kecil |
Reksa Dana Emas | Bareksa, Bibit | ±Rp10.000 | Tinggi | Rendah-Sedang | Management fee ±1-2% /tahun | Pemula pasif |
ETF Emas | XMAS, GOLDS (IDX) | Per lot (sesuai harga) | Sangat Tinggi | Rendah-Sedang | Fee broker sekuritas | Investor aktif |
Panduan Investasi Emas untuk Pemula
Tidak sedikit pemula yang merasa kebingungan saat ingin memulai investasi emas. Takut membeli saat harganya tinggi, bingung memilih platform yang aman, bingung memilih jenisnya, takut rugi, atau tidak bisa menjualnya kembali. Berikut panduan atau cara investasi emas yang dapat Anda terapkan sebelum memulai investasi.
1. Tentukan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi
Emas merupakan instrumen investasi jangka menengah hingga panjang dan bukan alat untuk membuat Anda cepat kaya. Hal ini karena rata-rata investor emas selalu memperoleh keuntungan positif minimal dalam jangka waktu 5 tahun. Berikut ini rekomendasi jenis emas dan peruntukan investasinya:
Tujuan | Jangka Waktu | Jenis Emas |
Dana darurat pelengkap | 1-3 tahun | Tabungan emas digital |
Dana pendidikan anak | 5-10 tahun | Emas batangan |
Dana pensiun | 10-20 tahun | Kombinasi fisik + ETF |
2. Tentukan Budget Berinvestasi
Alokasi emas sebagai instrumen yang direkomendasikan oleh para financial planner adalah 5-20% dari total portofolio, dengan rincian sebagai berikut:
Profil Investor | Keterangan |
Pemula (Konservatif) | Alokasi 10-15% (emas sebagai fondasi portofolio) |
Moderat | Alokasi 5-10% (kombinasi emas, reksa dana, dan saham) |
Perlu dipahami, tidak direkomendasikan untuk mengalokasikan 20% emas sebagai instrumen investasi. Hal ini karena emas tidak menghasilkan passive income seperti dividen atau bunga, sehingga portofolio tetap aman dan seimbang.
3. Pilih Jenis Instrumen Emas yang Sesuai Profil
Perlu dipahami bahwa setiap instrumen emas memiliki risiko yang berbeda-beda. Pilihan yang tepat bergantung pada tujuan investasi, modal yang dimiliki, dan cara mengelola investasi emas, terutama saat mengelolanya. Berikut rekomendasi jenis investasi emas berdasarkan profil investor.
Profil Investor | Rekomendasi Jenis |
Pemula, modal < Rp50.000 | Tabungan emas digital |
Ingin aset fisik, modal sedang | Emas batangan Antam/UBS |
Investasi pasif | Reksa dana emas |
Sudah punya akun sekuritas | ETF emas |
Beli untuk dipakai + investasi | Emas perhiasan (bukan investasi utama) |
4. Pilih Platform Berizin Resmi
Agar investasi lebih aman, Anda harus memilih platform yang berizin resmi dan memiliki reputasi yang baik. Sebagai pemula, jangan tergiur dengan iming-iming keuntungan tinggi dalam waktu singkat, karena emas merupakan aset investasi jangka panjang. Berikut beberapa platform emas digital resmi dan terdaftar di Indonesia.
Platform | Regulasi | Modal Minimal | Kelebihan |
Pegadaian Digital | OJK | Rp10.000 | Bisa cetak fisik, terpercaya |
Shopee Tabungan Emas | OJK (via Pegadaian) | Rp500 | Terintegrasi e-commerce |
Tokopedia Emas | OJK | Rp500 | Mudah, terintegrasi belanja |
Treasury | Bappebti | Rp5.000 | Spread kecil, UI modern |
Pluang | Bappebti | Rp5.000 | Fitur DCA otomatis |
5. Mulai dari Nominal Kecil
Dollar Cost Averaging (DCA) merupakan salah satu strategi investasi emas yang dilakukan secara rutin dengan jumlah tetap, terlepas dari fluktuasi harganya. Metode ini telah terbukti efektif karena menghilangkan risiko membeli emas saat harganya berada di puncak, sehingga rata-rata pembelian cenderung lebih stabil.
Menurut informasi dari laman berita investasi Pluang, banyak generasi Z dan milenial di Indonesia yang saat ini sudah menggunakan strategi DCA. Mereka membeli emas 2–10 gram setiap bulan. Sebagai alternatif, Anda juga bisa memanfaatkan tabungan emas digital yang sudah menyediakan layanan investasi emas mulai dari Rp10.000.
6. Pantau Harga Instrumen Berkala
Harga emas memang fluktuatif. Namun, memantau harga setiap hari justru dapat memicu keputusan yang impulsif. Gunakan dana dingin, atau dana yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai Anda berutang hanya karena ingin membeli emas untuk disimpan.
Anda bisa mereview portofolio emas setiap 3 bulan (kuartalan) menggunakan fitur grafik di aplikasi. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda cek saat melakukan review:
- Apakah alokasi emas masih berada pada kisaran 5-20 % dari total portofolio?
- Apakah tujuan investasi berubah?
- Apakah ada kebutuhan dana mendesak dalam 6 bulan ke depan?
Jika Anda berinvestasi dengan emas maka Anda harus menghitung keuntungan emas dengan teliti
Tips Investasi Emas yang Cerdas Bagi Pemula
Selain beberapa langkah dalam panduan di atas, agar investasi Anda lebih lancar dan terhindar dari risiko finansial, terapkan beberapa tips berikut.
1. Hindari FOMO
Sudah menjadi hal umum bahwa generasi Z dan milenial memang cukup aktif di media sosial. Namun, jangan membeli emas karena takut ketinggalan tren. Lakukan investasi emas tetap berdasar tujuan finansial
2. Pahami Spread Harga
Selisih harga beli dan harga jual emas bisa mencapai 2-5%. Oleh karena itu, pastikan untuk memperhitungkannya terlebih dahulu. Kondisi inilah yang membuat emas tidak cocok sebagai instrumen investasi jangka pendek.
3. Tidak Menjadikan Sebagai Investasi Utama
Saat membeli perhiasan, terdapat dua komponen harga yang harus dibayarkan, yaitu harga emas murni dan ongkos pembuatan sebesar 10-20%. Sayangnya, saat perhiasan tersebut dijual, toko hanya menghitung nilai emas murninya.
4. Diversifikasi Instrumen Investasi
Emas bukan satu-satunya instrumen investasi yang bisa Anda pilih sebagai aset jangka panjang. Oleh karena itu, kombinasikan dengan reksa dana atau saham dan sesuaikan dengan profil risiko investasi Anda.
5. Simpan Bukti dan Sertifikat Emas Fisik
Emas merupakan aset bernilai tinggi yang rentan terhadap risiko kehilangan atau pencurian. Oleh karena itu, simpan emas beserta bukti pembelian dan sertifikat keasliannya di tempat yang aman, seperti brankas pribadi atau safe deposit box (SDB) di bank.
Mulai Investasi Emas dengan Risiko Minim Sekarang!
Jadi, investasi emas bukan soal seberapa besar modal yang Anda miliki, melainkan tentang konsistensi dan kesabaran karena emas bukan aset untuk cepat kaya. Dengan modal minimal, Anda bisa mulai berinvestasi emas digital sendiri. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menunda lagi.
Ingin terus update seputar informasi keuangan, tips investasi, dan berita terbaru tentang emas? Kunjungi laman Emas Murni Asli untuk mendapatkan panduan dan wawasan finansial yang relevan dan terpercaya, khusus untuk Anda yang ingin lebih cerdas dalam mengelola aset.
Pertanyaan yang sering diajukan
1. Berapa modal minimal untuk mulai berinvestasi emas?
Saat ini sudah banyak platform tabungan emas digital, seperti di Pegadaian, dengan modal minimal mulai Rp10.000. Jadi, tidak ada alasan untuk menunda hanya karena keterbatasan modal.
2. Apakah investasi emas digital aman dan terdaftar secara resmi?
Ya, asalkan Anda memilih platform yang berizin resmi. Di Indonesia, platform emas digital diawasi oleh OJK atau Bappebti. Pastikan selalu memeriksa legalitas platform sebelum mulai berinvestasi.
3. Mana yang lebih baik, emas fisik atau emas digital?
Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Emas fisik seperti batangan Antam cocok untuk investasi jangka panjang dan memberikan rasa aman karena bisa dipegang secara langsung. Sementara itu, emas digital lebih praktis, bermodal kecil, dan mudah diakses kapan saja. Untuk pemula, emas digital bisa menjadi pilihan awal yang lebih mudah.
4. Kapan waktu yang tepat untuk membeli emas?
Tidak ada waktu yang sempurna untuk membeli emas karena harganya selalu berfluktuasi. Strategi terbaik untuk pemula adalah Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli secara rutin dengan jumlah tetap setiap bulan. Dengan cara ini, Anda tidak perlu khawatir membeli saat harga sedang tinggi-tingginya.
5. Apakah emas cocok untuk investasi jangka pendek?
Emas kurang direkomendasikan untuk investasi jangka pendek. Selisih harga beli dan jual emas bisa mencapai 2-5%, sehingga keuntungan baru terasa optimal dalam jangka menengah hingga panjang, minimal 5 tahun. Emas lebih tepat difungsikan sebagai penjaga nilai kekayaan, bukan sebagai alat untuk cepat kaya.
Tim Emas Murni Asli
Dapatkan info harga emas di inbox Anda.
Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.



