Harga emas terus merangkak naik. Faktanya, emas murni 24 karat sekarang nyaris Rp2,6 juta per gram. Terlalu mahal? Untungnya, ada emas 10K sebagai alternatif cerdas. Lebih terjangkau dan tetap bernilai jual, sehingga cocok bagi Anda yang ingin punya emas tetapi belum siap jika harus merogoh kocek terlalu dalam.
Tapi tunggu dulu. Sebelum beli, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya emas ini dan berapa harga emas 10K yang wajar di pasaran. Untuk itu, artikel ini akan mengupas tuntas semua informasinya, dari definisi sampai harga emas 10K hari ini yang perlu Anda catat.
Apa Arti Emas 10K?

Emas 10K berarti emas 10 karat. Berbeda dengan emas 24 karat yang murni 99,99%, emas 10 karat hanya mengandung 41,7% emas asli. Sisanya merupakan campuran logam lain seperti tembaga, perak, atau nikel.
Menariknya, komposisi ini justru membuat emas 10 karat punya struktur yang lebih keras dan tahan gores. Karena itu, emas ini cocok untuk perhiasan yang digunakan sehari-hari seperti cincin kawin atau gelang. Tidak seperti emas murni yang terlalu lembek dan gampang penyok.
Tambah lagi, warna emas 10K bisa diatur sesuai campurannya. Campuran tembaga menghasilkan rose gold yang kekinian, sementara campuran perak dan seng menciptakan warna kuning cerah. Emas putih juga bisa didapat dengan menambahkan nikel atau paladium.
Di permukaan perhiasan 10K, Anda dapat menemukan cap “417” atau “10K”. Itulah tanda resmi yang menunjukkan kadarnya sesuai standar. Jadi, jangan sampai tertipu dengan emas tanpa cap.
Berapa Harga Emas 10K per Gram?

Pertanyaan inilah yang paling sering menimbulkan kebingungan. Emas 10K berapa per gram sebenarnya? Jawabannya tergantung apakah Anda hendak membeli atau menjual, dan di mana Anda bertransaksi.
Pasalnya berbeda dengan emas batangan Antam yang punya harga patokan resmi, emas 10 karat justru lebih bebas. Artinya, setiap toko punya kebijakan harga sendiri berdasarkan ongkos bikin, reputasi merek, dan strategi pasar masing-masing.
Harga Beli
Untuk beli perhiasan emas 10 karat baru di toko, siapkan bujet antara Rp1.150.000 sampai Rp1.450.000 per gram. Sejumlah faktor memengaruhi rentang harga ini.
Pertama, merek toko. Toko besar rata-rata menjual lebih mahal karena Anda membayar juga untuk jaminan kadar yang akurat dan desain eksklusif.
Harga emas 10K per gram di Semar Nusantara misalnya, ada di kisaran Rp1.150.000 sampai Rp1.350.000. Sementara UBS bisa sampai Rp1.500.000 lantaran brand ini menjalankan standar pabrikan yang presisi.
Kedua, kerumitan desain. Cincin polos sederhana jelas lebih murah dari gelang ukir rumit atau kalung dengan batu permata. Ongkos bikin bisa menambah 15-20% dari harga dasar material. Masuk akal sebab ada biaya pengrajin, desain, dan finishing.
Harga Buyback
Sebaliknya, harga buyback emas 10 karat jauh lebih rendah dari harga belinya. Anda bisa menerima sekitar Rp848.000 sampai Rp1.050.000 per gram, tergantung ke mana Anda menjualnya.
Skenario terbaik adalah menjual kembali ke toko tempat Anda membeli dengan nota asli. Toko besar cenderung berani mematok harga buyback Rp950.000 sampai Rp1.050.000 per gram. Lumayan, sebab selisihnya hanya Rp100 ribuan dari harga beli.
Sedangkan jika Anda menjual ke toko lain atau ke pengepul emas, harga bisa anjlok menjadi Rp848.000 per gram. Pasalnya, tempat-tempat seperti ini hanya menghargai nilai material emasnya saja, bukan merek atau desainnya.
Di sinilah pentingnya menyimpan nota pembelian sebagaimana Anda menyimpan uang tunai. Kehilangan nota bisa membuat Anda rugi Rp200.000 per gram. Jelas bukan jumlah yang kecil.
Intinya, emas 10K adalah solusi cerdas di tengah meroketnya harga emas murni. Dengan harga beli antara Rp1,15 juta sampai Rp1,45 juta per gram dan nilai jual kembali sekitar Rp850 ribu sampai Rp1,05 juta per gram, Anda tetap bisa menyimpan emas dengan bujet terjangkau.
Namun sebenarnya, kunci utamanya ada di memilih tempat belanja yang tepat. Karena itu, Emas Murni Asli menawarkan harga emas yang kompetitif dengan spread paling kecil di pasaran. Tambah lagi, setiap pembelian dijamin dengan sertifikat kadar resmi, jadi Anda tak perlu khawatir soal keaslian produk.




