Skip to main content
Emas batangan bersertifikat resmi, harga transparan diperbarui setiap hari.Lihat Koleksi

Emas vs Saham, Lebih Bagus Mana? Bandingkan 5 Aspek Ini

Mending investasi emas atau saham? Keduanya sama-sama punya banyak peminat

Emas vs Saham, Lebih Bagus Mana? Bandingkan 5 Aspek Ini

Mending investasi emas atau saham? Keduanya sama-sama punya banyak peminat. Tetapi kalau ditanya mana yang lebih menguntungkan, kira-kira yang mana ya? Bagi Anda yang sedang mencari jawabannya, simak dulu perbandingan emas vs saham dari 5 aspek dalam ulasan lengkap bawah ini.

1. Imbal Hasil

Investasi Emas vs Investasi Saham

Untuk memilih investasi emas vs investasi saham, Anda tentu penasaran mana yang hasilnya lebih baik. Oleh karena itu, pertama-tama Anda perlu meninjau performa saham dan emas di masa lampu. Dengan begitu, Anda bisa tahu respons keduanya terhadap perubahan ekonomi dalam jangka panjang.

Di pertengahan April 2015, harga emas batangan Antam masih Rp547.000 per gram. Di tahun 2025, harga buyback-nya sudah melambung ke Rp1.824.000 per gram. Itu artinya ada pertumbuhan luar biasa sebesar 233,51% selama sepuluh tahun.

Fakta ini semakin memperkuat bahwa emas adalah pelindung nilai aset sekaligus sumber keuntungan.

Sementara itu, pasar saham memberikan imbal hasil yang lebih beragam, yaitu dari capital gain (untung jual-beli) dan pembagian dividen. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pertumbuhan rata-rata 7-10% per tahun dalam satu dekade terakhir.

Walaupun persentase pertumbuhan IHSG ini mungkin tampak lebih kecil daripada lonjakan harga emas Antam, saham punya kelebihan tersendiri sebagai aset produktif.

Saham dari perusahaan besar dan ternama seperti Bank Mandiri (BMRI), misalnya, secara konsisten memberikan dividen tunai sebagai nilai tambah. Keuntungan dari reinvestasi dividen dapat melipatgandakan total return portofolio saham.

Jika Anda menahan saham dari perusahaan yang ‘sehat’ selama 10 tahun, pertumbuhan nilai aset Anda bukan hanya didapat dari pergerakan harga saham, tetapi juga dari akumulasi laba bersih perusahaan yang dibagikan secara rutin.

2. Risiko

Risiko Emas vs Saham

Risiko emas vs saham juga wajib diperhitungkan sedari awal. Saham masuk dalam klasifikasi aset berisiko tinggi sebab nilainya sangat mudah naik-turun dalam waktu singkat. Harga saham dipengaruhi oleh beragam faktor, mulai dari kinerja internal perusahaan hingga kebijakan moneter.

Alhasil, risiko sistemik di pasar modal bisa menyebabkan nilai aset anjlok tiba-tiba. Contohnya seperti pada penurunan IHSG yang tajam pada pertengahan 2025 akibat tekanan arus modal keluar dan kebijakan suku bunga The Fed.

Berbeda dengan saham, emas punya predikat sebagai aset safe haven dan instrumen lindung nilai ketika terjadi krisis ekonomi atau inflasi tinggi. Selama periode ketidakpastian, seperti pandemi COVID-19 pada tahun 2020, harga emas melonjak lebih dari 25%.

Walaupun sebenarnya, ada juga opportunity cost yang perlu disadari. Dalam kondisi ekonomi yang sedang tumbuh pesat dan pasar modal sedang menguat, harga emas cenderung stagnan atau naiknya jauh lebih lambat daripada saham agresif.

3. Likuiditas

Investasi Saham vs Emas

Kemudahan mencairkan aset juga menjadi aspek lainnya yang harus Anda bandingkan ketika memperhitungkan investasi saham vs emas.

Di pasar saham Indonesia berlaku sistem penyelesaian transaksi standar internasional yang disebut T+2. Artinya, serah terima saham dan pembayaran baru terjadi dua hari bursa setelah transaksi terlaksana.

Dengan kata lain, Anda tidak bisa langsung mengambil uang hasil penjualan saham ke rekening bank pada hari yang sama.

Belum lagi jika saham yang hendak Anda jual merupakan saham lapis ketiga atau yang minim transaksi. Risiko likuiditasnya menjadi lebih tinggi, sebab Anda akan kesulitan mencari pembeli yang mau membayar penuh.

Di sisi lain, emas fisik, entah itu perhiasan atau batangan, bisa dicairkan melalui jaringan toko emas di seluruh Indonesia.

Adanya platform investasi emas digital juga semakin memudahkan likuiditas emas. Melalui aplikasi seperti Emas Murni Asli, Anda bisa bertransaksi jual-beli emas kapan pun dengan satuan terkecil mulai 0,01 gram.

Kemudian, dana hasil penjualannya dapat dikirim ke rekening bank dalam waktu yang relatif singkat.

4. Efisiensi Biaya

Mending Investasi Emas atau Saham

Dalam investasi emas, biaya utama yang muncul adalah spread atau selisih harga beli dan harga jual (buyback).

Untuk emas fisik, selisih ini dapat cukup lebar, berkisar 7-11%, yang bertujuan menutup biaya operasional agen dan pengecekan kualitas. Anda baru akan balik modal bila harga emas naik melebihi persentase spread tadi.

Berbeda halnya dengan investasi saham yang mengenakan biaya transaksi berupa komisi broker yang relatif kecil, umumnya sekitar 0,15-0,19% untuk transaksi beli dan 0,25%-0,29% untuk transaksi jual.

5. Modal

Menabung Emas vs Saham

Terakhir, pilihan untuk menabung emas vs saham juga perlu memikirkan modal.

Dulu, investasi saham terkesan mahal dan rumit. Tetapi kini banyak perusahaan sekuritas ternama yang memudahkan pembukaan akun dengan setoran awal yang kecil. Beberapa aplikasi seperti IPOT dan Ajaib pun diketahui tak punya batas minimal deposit.

Walaupu sebenarnya, Anda tetap harus membeli saham per 1 lot (100 lembar). Jadi, modalnya menyesuaikan dengan harga saham per lembar di perusahaan itu.

Sedangkan emas adalah instrumen investasi yang terjangkau bagi semua orang. Lewat aplikasi, Anda bisa mulai menabung emas dari Rp10.000 saja.

Jadi, dari 5 aspek pembanding emas vs saham tadi, baik emas maupun saham bagus untuk saling melengkapi di dalam portofolio investasi Anda. Untuk memutuskan mana yang lebih Anda prioritaskan, sesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan kesiapan Anda menghadapi naik-turunnya harga.

Cari tempat jual-beli emas yang aman dan menguntungkan? Kunjungi gerai Emas Murni Asli di kota Anda atau download aplikasi kami. Dapatkan harga paling kompetitif dan transparansi penuh dalam setiap transaksi.

Bacaan terkait

Dapatkan info harga emas di inbox Anda.

Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.