Lewati ke konten utama
Emas batangan bersertifikat resmi, harga transparan diperbarui setiap hari.Lihat Koleksi
Emas Murni Asli
Rp 2.605.000/gram(-0,95%)
Investasi

Investasi Emas Digital: Risiko, Keuntungan, dan Strateginya

Panduan aman mulai berinvestasi emas digital untuk pemula.

· · 4 menit baca

Investor menggunakan aplikasi smartphone

Investasi emas digital kini jadi pilihan banyak orang karena tidak memerlukan modal yang besar untuk memulainya. Cukup bermodalkan puluhan ribu rupiah saja, Anda bisa menabung emas dengan nilai yang terus mengikuti harga pasar.

Emas digital adalah layanan kepemilikan emas secara online melalui aplikasi atau platform tertentu. Saldo yang Anda beli tetap didukung oleh emas fisik yang disimpan oleh penyedia layanan, sehingga nilainya bergerak mengikuti harga emas saat ini.

Lalu, apa saja keuntungan dan risikonya? Bagaimana cara menabung emas digital dengan benar agar hasilnya maksimal? Simak jawaban lengkapnya berikut ini.

Keuntungan Investasi Emas Digital

Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi, penting untuk mengenal dulu apa saja kelebihan investasi emas digital dibandingkan dengan emas fisik konvensional. Berikut beberapa keuntungan utamanya.

1. Modal Kecil dan Transaksi Mudah

Modal awal investasi emas digital sangat terjangkau, bahkan beberapa platform membuka pembelian mulai dari Rp10 ribuan saja. Bandingkan dengan emas batangan fisik yang umumnya mensyaratkan pembelian minimal 1 gram. Seluruh transaksi jual beli juga bisa dilakukan kapan saja melalui aplikasi, tanpa harus datang ke toko emas.

2. Tidak Perlu Repot Urusan Penyimpanan Fisik

Saat memilih untuk berinvestasi emas fisik, berarti Anda juga harus memikirkan tempat penyimpanan yang aman. Misalnya, menyewa safe deposit box di bank. Dengan emas digital, Anda tidak perlu memusingkan hal tersebut. Aset investasi Anda tersimpan aman di brankas penyedia layanan, lengkap dengan sistem keamanan yang transparan.

3. Likuiditas Tinggi dan Mudah Dipantau

Harga emas digital bisa Anda pantau secara langsung melalui aplikasi. Oleh karena itu, saat Anda ingin menjual atau membeli aset, Anda dapat membuat keputusan yang lebih rasional. Proses pencairan dana pun relatif lebih cepat daripada emas fisik, dan jika sudah terkumpul, bisa dikonversikan menjadi emas batangan berbentuk fisik.

4. Fleksibel untuk Ditransfer, Digadai, atau Ditukar

Selain dijual kembali, saldo emas digital pada beberapa platform juga bisa ditransfer kepada sesama pengguna, digadaikan, atau ditukar dengan perhiasan. Fleksibilitas ini membuat emas digital tidak hanya berfungsi sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai aset yang mudah dicairkan saat kebutuhan mendesak muncul. 

Risiko Investasi Emas Digital

Walaupun terlihat cukup mudah, investasi emas digital tetap memiliki berbagai risiko yang perlu Anda hindari. Berikut beberapa hal yang wajib diwaspadai sebelum mulai berinvestasi.

1. Fluktuasi Harga dan Nilai Tukar

Nilai emas sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Artinya, nilai investasi Anda bisa saja turun saat harga emas dunia terkoreksi. Kondisi ini membuat emas kurang cocok sebagai instrumen jangka pendek.

2. Spread dan Biaya Tambahan Lainnya

Setiap platform punya selisih harga beli dan jual, atau spread, yang berbeda-beda, bahkan bisa mencapai 2-5%. Perlu dipahami, spread yang terlalu lebar berpotensi mengurangi keuntungan Anda. Belum lagi biaya tambahan seperti biaya penyimpanan atau biaya cetak emas fisik yang kerap luput diperhatikan.

3. Ketergantungan pada Platform dan Risiko Siber

Keamanan investasi emas digital sangat bergantung pada kredibilitas platform yang Anda gunakan. Ancaman seperti peretasan akun atau phishing juga perlu diwaspadai. Selalu waspada terhadap platform ilegal atau skema yang menjanjikan keuntungan dalam waktu singkat.

4. Waktu Pencetakan Fisik yang Cukup Lama

Jika suatu saat Anda ingin mencairkan saldo menjadi emas batangan berbentuk fisik, tentu prosesnya tidak bisa instan. Di beberapa platform, proses pencetakan dapat memakan waktu hingga 60 hari, tergantung pada ketersediaan stok dan merek emas. Anda perlu mempertimbangkan hal ini jika kebutuhan akan emas fisik mendesak.

Cara Menabung Emas Digital yang Tepat

Setelah memahami untung ruginya, saatnya mengetahui cara menabung emas digital yang tepat. Beberapa strategi berikut dapat membantu Anda memulai dengan lebih percaya diri.

1. Mulai dari Nominal Kecil dan Konsisten

Terapkan strategi dollar cost averaging (DCA), yaitu membeli emas secara rutin dengan nominal tetap tanpa perlu menebak kapan harganya akan turun. Sebelum menambah nominal yang lebih besar, coba dulu kenyamanan aplikasi menabung emas yang Anda pilih. Perhatikan kemudahan navigasi dan kejelasan informasi harga di dalamnya.

2. Manfaatkan Fitur Auto Debit atau Auto Invest

Banyak platform kini menyediakan fitur pembelian otomatis yang bisa diaktifkan tepat setelah tanggal gajian. Fitur ini membantu Anda lebih disiplin menabung tanpa harus memantau harga setiap hari. Kebiasaan ini juga menghindarkan Anda dari godaan untuk menebak arah pasar yang sedang berlangsung karena fokus Anda menabung.

3. Kombinasikan dengan Instrumen Lain

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai yang relatif stabil, sebaiknya Anda tidak menempatkan.  seluruh dana pada satu instrumen saja. Kombinasikan investasi emas digital dengan instrumen lain sesuai dengan profil risiko Anda. Cara ini membuat pengelolaan risiko menjadi lebih seimbang.

4. Rutin Pantau dan Evaluasi Kinerja Investasi

Lakukan evaluasi berkala terhadap investasi emas digital Anda, misalnya setiap 3 bulan. Pastikan strategi yang digunakan masih relevan dengan kondisi keuangan dan tujuan Anda. Hindari panik dan terburu-buru saat ingin menjual aset hanya karena melihat fluktuasi harga harian.

Mulai Investasi Emas Digital dengan Langkah yang Tepat

Investasi emas digital menawarkan kemudahan dengan modal awal yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan membeli emas fisik secara langsung. Namun, kepraktisan ini tetap perlu diimbangi dengan kehati-hatian dalam memilih platform. 

Pastikan aplikasi menabung emas yang Anda gunakan sudah berizin resmi dan diawasi oleh OJK serta Bappebti, memiliki underlying asset yang jelas, serta tidak menjanjikan keuntungan tetap dalam waktu singkat.

Cek katalog lengkap kami untuk mulai berinvestasi logam mulia dan Kitkat Gold bersertifikat. Atau ingin terus update seputar tips investasi emas digital dan berita keuangan terbaru? Kunjungi laman emasmurniasli.co.id untuk mendapatkan panduan dan wawasan finansial yang relevan, khusus untuk Anda yang ingin lebih cerdas dalam mengelola aset. 

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah investasi emas digital aman?

Ya, selama Anda memilih platform yang berizin resmi dan diawasi oleh OJK atau Bappebti. Pastikan juga platform tersebut transparan soal underlying asset dan bekerja sama dengan lembaga kliring resmi.

Di mana bisa mulai berinvestasi emas digital?

Anda bisa memulainya melalui berbagai platform, mulai dari aplikasi digital banking, marketplace, hingga aplikasi layanan keuangan resmi yang sudah terdaftar dan diawasi oleh regulator.

Apa kelemahan emas digital dibandingkan dengan emas fisik?

Kelemahan utamanya adalah ketergantungan pada teknologi dan keamanan sistem platform, adanya spread serta biaya tambahan, dan Anda tidak bisa langsung memegang emas secara fisik sebelum dicetak.

Apakah emas digital bisa dijual kembali?

Bisa. Salah satu keunggulan emas digital adalah likuiditasnya yang tinggi, sehingga saldo emas dapat dijual kembali kapan saja langsung melalui aplikasi tanpa harus datang ke toko emas.

Berapa lama saldo emas digital bisa disimpan?

Saldo emas digital umumnya tidak memiliki batas waktu penyimpanan dan tidak akan hilang meskipun jarang menabung, selama biaya fasilitas titipan tahunan, jika ada, tetap dibayarkan agar status akun tetap aktif.

Bagikan artikel ini
TE
Tim Editorial

Tim Emas Murni Asli

Dapatkan info harga emas di inbox Anda.

Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.

Butuh bantuan?