Lewati ke konten utama
Emas batangan bersertifikat resmi, harga transparan diperbarui setiap hari.Lihat Koleksi
Emas Murni Asli
Rp 2.564.500/gram(-0,39%)
Logam Mulia

Jenis Logam Mulia yang Perlu Anda Ketahui Beserta Karakteristiknya

Simak jenis logam mulia dan ciri pembeda sebelum mulai investasi emas.

· · 4 menit baca

Batangan emas yang tertimbun pasir

Selain emas, ternyata ada beragam jenis logam mulia lainnya yang bisa dijadikan aset investasi. Sayangnya, masih banyak yang belum tahu. Namun, tidak semua logam berkilau logam mulia, karena biasanya beberapa macam jenis logam mulia ini memiliki sifat khusus, seperti ketahanan terhadap korosi, kelangkaan, dan nilainya di mata global yang berbeda.

Beragam jenis logam mulia yang beredar di pasaran juga cukup banyak. Mulai dari yang harganya terjangkau, sampai yang lebih mahal dari emas. Mengetahui beberapa jenisnya ini cukup penting, terutama jika Anda ingin menentukan pilihan aset investasi yang paling sesuai dengan budget maupun kebutuhan.

Artikel ini akan membahas jenis-jenis logam mulia beserta karakteristik dan tabel ringkasnya agar lebih mudah dipahami. Simak selengkapnya pada artikel berikut ya!

Jenis-Jenis Logam Mulia dan Karakteristiknya

Ada banyak jenis logam mulia dan semuanya memiliki karakteristik fisik hingga kegunaan yang berbeda di berbagai industri. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Emas (Au)

Emas merupakan logam mulia yang paling mudah dikenali dari warna kuning hangat dan tidak mudah tertarik magnet. Logam mulia ini juga tahan karat, mudah dibentuk, dan diterima internasional sebagai aset investasi maupun bahan perhiasan.

Emas juga sering dijadikan cadangan devisa oleh banyak negara karena nilainya telah diakui secara global. Apalagi, sifatnya yang mudah dibentuk membuatnya mudah diolah sebagai perhiasan tanpa mudah retak.

2. Perak (Ag)

Perak memiliki kilau putih yang khas dan akan meninggalkan bekas hitam tipis saat digorosok kain karena mudah bereaksi dengan udara. Logam ini jugamemiliki knduktivitas listrik tinggi sehingga, selain dipakai untuk perhiasan juga sebagai komponen elektronik.

Selain itu, perak juga banyak dimanfaatkan dalam peralatan medis karena sifat antibakterinya. Harganya pun jauh lebih terjangkau dibanding emas. Hal ini membuat perak cocok untuk investor permula logam mulia.

3. Platinum (Pt)

Platinum juga memiliki warna putih mengilap dan biasanya telah dilengkapi dengan sertifikat resmi berisi kadar kemurnian dari produsen. Logam ini tidak mudah bereaksi kimia dan banyak dipakai pada industri otomotif dan kedokteran gigi.

Sebagian besar produksi platinum berasal dari Afrika Selatan yang menjadi penghasil utama dunia. Karena tingkat densitasnya yang cukup tinggi, perhiasan platinum terasa lebih berat dibanding emas dengan ukuran yang sama.

4. Palladium (Pd)

Palladium sekilas memiliki tampilan yang mirip platinum, namun bobotnya jauh lebih ringan sehingga cukup mudah dibedakan saat ditimbang. Logam ini digunakan luas pada sistem emisi kendaraan dan campuran emas putih.

Sebagian besar, pasokan palladium di dunia berasal dari Rusia dan Afrika Selatan. Permintaan tinggi pada industri otomotif membuat harga logam mulia ini cenderung lebih fluktuatif dibandingkan emas.

5. Rhodium (Rh)

Rhodium memiliki warna putih keperakan yang lebih terang dibanding perak biasa. Harganya jauh lebih mahal karena sangat langka. Logam ini biasa dipakai untuk melapisi perhiasan emas agar lebih berklaiu dan tahan lama. 

Produksi rhodium juga sangat terbatas dan sebagian besar berasal dari frika Selatan. Tingginya permintaan industri otomotif untuk katalis konverter turut mendorong harnya naik terus.

6. Iridium (Ir)

Iridium terasa jauh lebih berat dari logam lain yang ukurannya sama karena tingkat kepadatannya yang sangat tinggi. Logam mulia ini juga tahan korosi dan banyak dipakai pada industri elektronik dan otomotif.

Iridium juga digunakan dalam pembuatan elektroda dan komponen pesawat luar angkasa. Produksinya yang sangat terbatas membuatnya jarang ditemukan pada pasar-pasar ritel.

7. Osmium (Os)

Osmium mudah dikenali dari warna hitam kebiruannya yang khas dan tidak ditemukan pad alogam mulia lain. Logam ini tergolong sangat langka dan digunakan dalam bidang medis sebagai material katup organ vital.

Karena sifatnya yang beracun saat teroksidasi, osmium jarang dipakai dalam bentuk murni untuk proudk yang bersentuhan langsung dengan manusia. Logam ini bahkan termasuk salah satu unsur paling langka di kerak bumi.

8. Ruthenium (Ru)

Ruthenium akan tampak keras dan berkilau, namun dibandingkan dengan logam platinum atau paladium cenderung lebih rapuh. Logam ini juga cukup langka dan sering dipakai untuk resistor film tipis serta kontak listrik. 

Dalam jumlah kecil, ruthenium mampu meningkatkan kekerasan platinum dan palladium saat dipadukan. Logam ini juga dapat membantu meningkatkan ketahanan korosi pada titanium.

9. Rhenium (Re)

Rhenium merupakan unsur logam mulia yang unik karena bisa dipadatkan walaupuntetap bertekstur lunak meski memiliki titik leleh yang sangat tinggi. Logam ini banyak digunakan dalam insustri kedirgantaraan seperti mesin jet dan roket. 

Sebagian besar rehinum diperoleh sebagai produk sampingan dari penambangan tembaga. Harga logam ini juga terus meningkat seiring tingginya permintaan pada industri kedirgantaraan.

10. Skandium (Sc)

Skandium jauh lebih ringan dibandingkan logam mulia lain sehingga mudah dibedakan hanya dari beratnya. Logam berwarna putih keperakan ini umumnya dipakai pada campuran aluminium untuk kebutuhaan kedirgantaraan.

Skandium pertama kali ditemukan di wilayah Skandinavia sesuai asal namannya. Selain aluminium, logam ini juga dipakai pada lampu bertekanan tinggi dan peralatan olahraga seperti tongkat bisbol.

11. Indium (In)

Indium merupakan unsur logam mulia yang lunak saat ditekan dibandingkan dengan logam mulia lainnya, bahkan bisa tergores dengan kukur. Logam berwarna putih keperakan ini banyak digunakan pada industri semikonduktor dan layar datar.

Indium juga dimanfaatkan sebagai bahan solder dan segel vakum tinggi pada peralatan elektronik. Logam ini juga berperan penting dalam pembuatan panel surya dan lapisan pelindungnya.

Wujudkan Investasi Emas Anda Sekarang!

Setelah memahami berbagai jenis logam mulia dan karakteristiknya masing-masing, kini Anda bisa menentukan aset terbaik untuk berinvestasi. Emas tetap menjadi pilihan logam mulia paling praktis untuk investor pemula maupun yang sudah berpengalaman.

Jika Anda ingin memiliki emas dengan kualitas terjamin dan tepercaya, Emas Murni Asli menyediakan pilihan emas logam mulia, emas custom, dan juga Kitkat Gold yang bisa Anda jadikan aset investasi.

Kunjungi laman emasmurniasli.co.id sekarang dan mulai investasi emas Anda dengan aman dan terjamin keasliannya sekarang →

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja jenis logam yang paling umum diperdagangkan?

Emas, perak, dan pkatina adalah tiga jenis logam mulia yang paling umum diperdagangkan di Indonesia. Ketiganya mudah ditemukan dan memiliki likuiditas tinggi di pasar investasi.

Logam mulia apa yang harganya paling mahal?

Rhodoim dan osmium termasuk logam mulia dengan harga tertinggi karena kelangkaannya. Hal ini membuat produksinya sangat terbatas sehingga harganya bisa jauh melampaui emas.

Apakah tembaga termasuk logam mulia?

Tidak. Tembaga merupakan logam amterial bahan baku dengan sifat konduktivitasnya yang unggul. Niilainya juga jauh lebih rendah dibanding emas atau perak.

Bagaimana cara mengetahui berat jenis logam mulia untuk investasi?

Berat jenis logam bisa dicek melalui tabel ilmiah yang biasanya dicantumkan juga angka densitasnya dalam satuan gram per sentimeter kunik. Nilai ini juga dapat diuji secara manual menggunakan metode perpindahan air.

Apakah semua logam mulia cocok untuk investasi?

Tidak semua logam mulia cocok untuk investasi ritel karena sebagian besar hanya diperdagangkan untuk kebutuhan industri. Emas dan perak tetap menjadi pilihan paling praktis bagi investor pemula.

Bagikan artikel ini
TE
Tim Editorial

Tim Emas Murni Asli

Dapatkan info harga emas di inbox Anda.

Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.

Butuh bantuan?