Bagi yang hendak menjual atau membeli emas, sebaiknya kenali dulu istilah spread emas. Istilah ini sangat penting, sebab apabila Anda abaikan dapat membuat transaksi jual-beli emas Anda kurang menguntungkan.
Simak uraian lengkapnya berikut ini untuk mengerti seluk-beluk, cara hitung, dan cara mengetahui spread ini.
Apa Itu Spread Emas?

Spread dalam jual-beli emas berarti perbedaan atau selisih antara harga jual dan harga beli dari toko emas. Selisih ini menjadi margin keuntungan untuk toko dan berfungsi menutup berbagai biaya serta risiko perubahan harga.
Sementara bagi konsumen dan investor, spread adalah biaya awal dalam transaksi. Artinya, setelah Anda membeli emas, harganya harus naik setidaknya sebesar spread tersebut supaya balik modal.
Spread ini menentukan jumlah dana yang akan Anda dapatkan ketika menjual emas kembali (buyback). Pasalnya, harga emas bergerak berdasarkan permintaan dan penawaran di pasar global. Ketika ekonomi tidak menentu, permintaan emas cenderung meningkat dan memengaruhi besar-kecilnya spread.
Oleh sebab itu, Anda harus jeli mencari platform dengan spread buyback emas paling kompetitif. Semakin kecil selisih harganya, semakin besar potensi untung ketika Anda mencairkan emas itu di kemudian hari.
Cara Menghitung Persentase Spread Emas

Nah, Anda sebaiknya tidak terpaku pada selisih harga dalam Rupiah saja. Cobalah hitung dalam bentuk persentase supaya Anda bisa membandingkan mana produk emas yang lebih adil.
Pertama-tama, cara menghitung spread dalam nilai Rupiah adalah dengan mengurangi buyback dari harga beli.
Rumus perhitungannya: Spread (Rupiah) = Harga Beli – Harga Buyback
Contohnya begini, jika Anda membeli emas di aplikasi seharga Rp1.042.011 per gram, sementara harga kembalinya di waktu yang sama Rp1.018.595 per gram, maka spread-nya adalah Rp23.416 per gram.
Selisih harga itu adalah biaya yang Anda tanggung atas layanan mudah cair (likuiditas) dan jaminan keaslian emas dari aplikasi tersebut.
Selanjutnya, Anda perlu mengubah nilai Rupiah spread tadi menjadi bentuk persentase dari harga beli.
Berikut rumus untuk menghitungnya:
Spread %= [Harga Beli-Harga Buyback/Harga Beli] ×100%
Nah, jika menggunakan data dari contoh yang sama, begini cara hitung persentasenya:
Spread %= [23.416/1.042.011]×100%=2,2%
Dengan kata lain, untuk balik modal dan untung, harga emas perlu naik lebih dari 2,2% daripada harga beli pertama Anda. Jika kenaikannya hanya 1%, secara teknis Anda masih rugi bila emas tersebut Anda jual kembali saat itu juga.
Cara Melihat Spread Emas

Karena sudah mengerti cara menghitung spread dalam bentuk persen, kini Anda bisa dengan mudah melihat spread terbaru.
Untuk itu, andalkan saja website dan aplikasi toko emas tepercaya seperti Emas Murni Asli. Di website dan aplikasi kami, harga buyback yang up-to-date dan lengkap bisa Anda pantau kapan saja.
Ikuti langkah-langkah berikut ini:
- Langsung buka website resmi emasmurniasli.co.id atau download aplikasi Raja Emas di Play Store dan App Store.
- Cari menu “Harga Beli” untuk melihat apakah harganya sedang naik atau turun dibandingkan hari sebelumnya.
- Cek juga harga jual emas di toko resmi (misalnya Logam Mulia Antam) di hari yang sama supaya Anda tahu selisih antara harga beli di sana dan harga jual kembali di Emas Murni Asli.
Nah, pemahaman tentang spread emas ini penting agar Anda bisa menilai dengan kritis setiap penawaran di pasar. Jika Anda ingin beli emas spread rendah yang terjamin keasliannya, pilihannya ya Emas Murni Asli. Kunjungi langsung gerai kami di 43 kota atau cek selengkapnya lewat aplikasi.




