Diversifikasi investasi adalah strategi membagi dana pada beberapa aset agar risiko tidak menumpuk pada satu aset atau instrumen saja. Strategi ini memiliki banyak jenis dengan cara kerja yang berbeda-beda, mulai dari pembagian berdasarkan aset, sektor, wilayah, hingga mata uang yang digunakan.
Memahami perbedaan setiap jenis diversifikasi investasi membantu Anda memilih langkah yang tepat sesuai dengan kondisi keuangan. Konsep ini bukan tren baru, Harry Markowitz merumuskan hal ini lewat teori portofolio modern pada 1952 dan menjadi penerima Nobel Ekonomi pada tahun 1990.
Artikel ini akan membahas bagaimana perbedaan setiap jenisnya, portofolio terdiversifikasi dengan yang terkonsentrasi, serta cara memilihnya yang paling sesuai untuk Anda. Selengkapnya, simak pembahasan pada artikel berikut!
Baca Juga: Hukum Investasi Emas dalam Islam: Syarat, Jenis, dan Panduan Lengkapnya
Jenis-Jenis Diversifikasi Investasi
Setiap jenis diversifikasi aset memiliki fungsi yang berbeda karena memiliki risiko yang berbeda pula. Jika hanya memahaminya sebagai pembagian dana biasa, tentu Anda bisa saja salah saat menentukan manakah aset yang paling tepat. Hal ini karena setiap aset memiliki risiko yang berbeda.
1. Diversifikasi Aset
Diversifikasi aset membagi dana ke kelas aset yang berbeda, seperti saham, obligasi, emas, kas, dan properti. Jenis ini dapat Anda pilih jika Anda ingin melindungi portofolio dari risiko pasar secara luas.
2. Diversifikasi Sektor
Diversifikasi ini bekerja dalam satu kelas aset, misalnya saham perbankan, konsumer, kesehatan, dan teknologi. Jenis ini melindungi dari risiko industri tertentu dan bisa menekan saham sejenis bersamaan.
3. DIversifikasi Geografis
Diversifikasi geografis atau berdasarkan wilayah menyebarkan dana ke pasar domestik dan luar negeri. Dengan begitu, tekanan ekonomi atau politik di satu negara tidak langsung menekan seluruh nilai portofolio Anda.
4. DIversifikasi Mata Uang
Diversifikasi ini memegang aset dalam bentuk rupiah dan valuta asing seperti dolar AS. Jika Anda memilih diversifikasi ini dapat mengurangi risiko kurs yang berbeda dari risiko negara pada diversifikasi geografis.
5. Diversifikasi Instrumen
Diversifikasi instrumen memadukan berbagai produk berbeda, misalnya saham individual, reksa dana, ETF, serta SBN. Jenis ini menyebar pada apa yang ingin Anda beli, baik dalam satu kelas aset maupun lintas kelas.
Perbedaan Karakteristik Tiap Aset dalam Portofolio
Setelah mengetahui jenisnya, Anda juga perlu memahami fungsi dan risiko setiap aset yang digunakan. Diversifikasi portofolio akan lebih minim risiko jika Anda memahami bahwa setiap aset yang dipilih memang memiliki karakteristik yang berbeda.
1. Saham
Aset ini cocok untuk pertumbuhan jangka panjang. Ha ini karena saham menunjukkan kepemilikan sebagian perusahaan dengan potensi imbal hasil kenaikan harga maupun dividen. Potensi imbal hasilnya juga relatif tinggi, tetapi harganya dapat fluktuatif sehingga nilainya bisa naik-turun tajam dalam jangka pendek.
2. Obligasi
Obligasi merupakan surat yang memberikan hak kepada pemegangnya atas pembayaran sesuai ketentuan penerbit, termasuk pokok dan kupon bila instrumen tersebut memilikinya. Aset ini cenderung stabil walau tetap memiliki risiko, termasuk risiko kredit dan perubahan harga akibat pergerakan suku bunga.
3. Emas
Berbeda dengan aset lainnya, emas tidak memberikan bunga atau dividen. Potensi keuntungan aset ini berasal dari perubahan harga sedangkan hasil akhirnya akan dipengaruhi harga saat membeli dan menjualnya kembali. Maka dari itu, emas cocok sebagai aset pelengkap portofolio saja, karena nilainya tidak selalu naik ketika kondisi pasar dan aset lain harganya turun.
4. Kas
Tabungan, deposito, dan instrumen pasar uang juga dapat membantu menyediakan dana yang lebih mudah dicairkan untuk kebutuhan jangka pendek. Simpanan bank yang memenuhi syarat penjaminan LPS dijamin hingga Rp 2 miliar per nasabah dalam setiap bank. Namun, perlu dipahami bahwa tidak berarti seluruh produk pasar uang otomatis masuk pada skema tersebut.
5. Properti
Tanah atau bangunan juga dapat memberikan potensi pendapatan sewa dan kenaikan nilai. Kekurangan aset ini adalah kebutuhan modalnya yang relatif besar serta proses jual belinya yang tidak secepat aset finansial lainnya. Maka dari itu, aset properti ini cocok untuk jangka panjang saja.
Mengapa Komposisi Portofolio Perlu Disebar?
Pentingnya diversifikasi investasi tidak hanya terletak pada banyaknya produk, melainkan pada kemampuan komposisi tersebut menyebarkan risiko. Jika beberapa aset memiliki faktor penggerak yang berbeda, maka jika suatu aset sedang menurun, maka bisa diimbangi dengan potensi pertumbuhan aset lainnya.
Berikut beberapa alasan mengapa Anda harus menyebar portofolio:
1. Risiko Tidak Menumpuk pada Satu Aset Saja
Portofolio yang hanya bergantung pada satu instrumen atau satu sektor saja akan sangat terpengaruh jika terjadi fenomena yang berkaitan langsung dengan aset tersebut. Dengan penyebaran aset yang tepat, dampak dari satu sumber risiko bisa dibatasi pada bagian tertentu dari portofolio yang dimiliki.
2. Pergerakan Aset Berbeda
Saham, oligasi, emas, dan kas dapat merespon perubahan suku bunga, inflasi, pertumbuhan ekonomi, atau sentimen pasar dengan cara yang berbeda. Namun, korelasi antar aset dapat berubah sehingga diversifikasi tidak menjamin portofolio selalu terlindungi dari penurunan nilai atau harga aset pasar.
3. Banyak Produk Tidak Selalu Sudah Terdiversifikasi
Memiliki sepuluh saham tidak otomatis lebih terdiversifikasi jika semuanya berasal dari satu sektor yang sama atau memiliki profil risiko yang serupa. Hal ini karena suatu risiko yang sama dapat terjadi jika Anda membeli beberapa reksa dana dengan kepemilikan utama yang ternyata saling tumpang tindih.
Cara Menentukan DIversifikasi Portofolio yang Tepat
Tidak ada komposisi diversifikasi investasi yang otomatis cocok untuk semua orang. Oleh karena itu, pilihan Anda perlu disesuaikan dengan tujuan, profil risiko, dan kebiasaan evaluasi. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda terapkan.
1. Sesuaikan dengan Tujuan dan Jangka Waktu
Dana pensiun, dana pendidikan anak, atau pembelian rumah membutuhkan diversifikasi investasi dengan target nominal dan waktu yang berbeda. Untuk jangka panjang, Anda bisa meletakkannya lebih banyak pada saham, sementara untuk dana jangka pendek lebih cocok ditempatkan pada obligasi atau kas. Semakin dekat waktu penggunaan, semakin penting menjaga portofolionya dari fluktuasi yang tajam.
2. Sesuaikan dengan Profil RIsiko
Investor yang masih konservatif cenderung akan menaruh dana yang lebih besar pada kas, obligasi, dan emas. Sedangkan investor agresif akan lebih banyak pada saham. Lalu, investor moderat akan berada di tengah dengan kombinasi keduanya. Dari sini, Anda bisa memulainya dengan modal kecil, misalnya reksa dana atau emas logam mulia dengan gramasi kecil.
3. Evaluasi dan Re-balancing Berkala
Kondisi pasar dan kebutuhan hidup dapat berubah, maka dari itu alokasi diversifikasi setiap portofolio perlu dicek rutin. Misalnya, setiap enam bulan atau setahun sekali. Jika satu aset naik tajam dan porsinya membengkak, lakukan re-balancing dengan menjual sebagian dan mengalihkannya ke aset lain. Cara ini mencegah risiko yang kembali menumpuk.
Baca Juga: Apa itu Tabungan Emas? Pengertian, Jenis, dan Cara Memulainya
Yuk, Mulai DIversifikasi Portofolio Anda Sekarang!
Setiap jenis diversifikasi investasi memiliki risiko yang berbeda, dan kini Anda juga sudah memahami bahwa portofolio yang terdiversifikasi lebih tahan dengan kondisi ekonomi global yang fluktuatif. Itulah pentingnya diversifikasi investasi, yaitu untuk mengelola risiko dengan cerdas agar tujuan keuangan Anda tetap terjaga.
Emas logam mulia merupakan salah satu aset yang cocok untuk simpanan jangka panjang. Maka dari itu, kini Anda bisa membeli logam mulia dan berbagai jenis emas melalui halaman katalog emasmurniasli.co.id, lalu memulainya dengan nominal kecil yang tidak memberatkan Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah diversifikasi bisa menghilangkan risiko?
Tidak, diversifikasi hanya membantu mengelola dan menyebarkan risiko. Risiko pasar secara keseluruhan tetap bisa memengaruhi banyak aset sekaligus.
Berapa modal minimal untuk memulai diversifikasi?
Tidak ada angka baku, karena kamu bisa mulai dari nominal kecil lewat reksa dana atau emas gramasi ringan. Yang penting, mulailah sesuai kemampuan dan lakukan rutin.
Aset apa yang paling aman untuk pemula?
Tidak ada aset yang bebas risiko. Pemula umumnya memulai dari kas, reksa dana, atau emas, lalu menambah jenis lain secara bertahap.
Apakah emas cocok untuk diversifikasi?
Cocok, karena emas bersifat safe haven dan likuid sehingga melengkapi saham dan obligasi. Harganya tetap bisa naik turun, jadi porsinya perlu disesuaikan.
Apa bedanya diversifikasi dengan asset allocation?
Asset allocation menentukan porsi dana di tiap kelas aset, sedangkan diversifikasi menyebarkan dana di dalam dan lintas kelas aset tersebut. Keduanya saling melengkapi dalam satu strategi.
Tim Emas Murni Asli
Dapatkan info harga emas di inbox Anda.
Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.



