Biaya hidup yang makin naik, membuat banyak orang harus menata ulang cara mengatur uang dan bagaimana metode belanja yang efisien. Apalagi, jika gaji pas-pasan dan berpotensi habis sebelum akhir bulan padahal tidak membeli suatu yang yang besar. Ternyata, pengeluaran kecil seperti kopi, ongkos kirim, dan belanja saat diskon sering tidak diperhitungkan.
Di sinilah frugal living mulai dipertimbangkan, terutama oleh para pekerja muda dan keluarga kecil yang ingin keuangannya lebih tertata. Gaya hidup ini membantu Anda untuk menahan pengeluaran yang tidak perlu tanpa harus hidup serba terbatas dengan tetap memprioritaskan kebutuhan dan tidak mengabaikan tujuan keuangan Anda dalam jangka panjang.
Dalam artikel ini akan dibahas mengenai prinsip, tujuan dan manfaat, perbedaannya dengan hidup hemat, serta bagaimana cara menerapkannya yang tepat. Simak selengkapnya pada artikel berikut.
Baca Juga: Ketahui 10 Cara Berhemat dan Mengapa Penting Bagi Keuangan Anda
Apa Itu Frugal Living?
Frugal living adalah gaya hidup hemat yang mengutamakan pengeluaran secara sadar, terukur, dan sesuai kebutuhan. Saat seseorang menerapkan gaya hidup frugal living artinya ia mengalokasikan setiap rupiahnya dengan penuh kesadaran dan pertimbangan demi tujuan keuangan di masa depan yang lebih baik.
Istilah frugal living berasal dari bahasa Inggris yang berarti hemat dan tidak boros dalam memakai sumber daya. Konsep frugal living mulai berkembang sejak masa The Great Depression di Amerika Serikat 1929-1939 ketika kondisi ekonomi yang sulit memaksa orang untuk lebih menghargai nilai uang.
Kemudian, lifestyle ini populer kembali saat krisis ekonomi dan pandemi COVID-19 mendorong banyak keluarga menata ulang pola konsumsinya. Laporan IMF pada oktober 2022 bahkan memproyeksikan pertumbuhan global melambat dari 3,2% menjadi 2,7% pada 2023, sehingga banyak orang mulai lebih berhati-hati dalam berbelanja.
Prinsip Frugal Living
Setelah memahami arti dan latar belakang, perlu Anda pahami juga bahwa setiap keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh kebutuhan, dorongan pribadi, dan lingkungan sosial. Berikut lima prinsip berikut untuk mengendalikan ketiga faktor tersebut.
- Membeli yang DIbutuhkan: Nilai apakah sebuah barang benar-benar diperlukan dalam kebutuhan sehari-hari sebelum membayar.
- Menghindari Pemborosan: Perimbangan nilai setiap barang, bukan hanya mengikuti tren atau gengsi saja.
- Mencari Alternatif Lebih Murah: Bandingkan harga dan manfaat diskon dengan tidak mengorbankan kualitasnya.
- Memperbaiki Kebiasaan FInansial: Mengelola utang, tabungan, dan investasi secara bijak.
- Menjaga Keseimbangan: Memastikan pengeluaran tidak melebihi pendapatan agar keuangan tetap sehat.
Tujuan dan Manfaat Menerapkan Frugal Living
Setiap orang memiliki Alasan yang berbeda untuk berhemat. Berikut adalah tujuan menerapkan frugal living yang paling umum ingin dicapai.
- Menghemat Pengeluaran: Anda bisa mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan agar sisa uang bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih penting.
- Menambah Tabungan: Dana hasil berhemat dapat Anda simpan untuk rencana jangka panjang untuk biaya pendidikan atau pun membeli rumah dengan target yang jelas.
- Mengurangi Utang Konsumtif: Data OJK per Desember 2022 menunjukkan pinjaman online kini didominasi usia 19-34 tahun, dan sebagian untuk keperluan konsumtif.
- Menyiapkan Dana Darurat: Sebagian uang berhemat bisa dialihkan sebagai cadangan untuk kebutuhan mendadak, dengan begitu Anda tidak perlu berutang saat kepepet.
- Memprioritaskan Kebutuhan: Anda akan belajar membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum membeli sesuatu, sehingga dapat membeli barang sesuai prioritas.
Manfaat frugal living tidak berhenti saat angka di rekening Anda makin bertambah digitnya. Anda juga akan merasakan ketenangan saat menerapkan gaya hidup ini. Berikut manfaat lainnya yang perlu Anda ketahui:
- Keuangan Lebih Stabil: Risiko pengeluaran impulsif dan kekurangan dana diakhir bulan pun ditekan.
- Stres Finansial Berkurang: Pikiran jadi lebih tenang dalam mengambil keputusan karena minim tagihan dan cicilan.
- Tujuan Jangka Panjang Lebih Cepat Tercapai: Dapat mempercepat target dana pensiun, rumah, pendidikan anak, bahkan bisa mulai berinvestasi.
- Lebih Ramah Lingkungan: Mengurangi pembelian berlebihan dan mengoptimalkan prinsip reuse, reduce, dan recycle.
- Kesehatan Mental Lebih Terjaga: Tekanan keuangan lebih terkendali sehingga memiliki ruang untuk merawat diri, memperhatikan kualitas tidur, pola makan, dan kestabilan emosi.
Perbedaan Frugal Living dan Hidup Hemat
Baik frugal living maupun hidup hemat sama-sama memiliki tujuan untuk menekan pengeluaran, akan tetapi cara berpikir kedua konsep lifestyle ini berbeda. Frugal living dapat melihat nilai jangka panjang (value for money), sedangkan hidup hemat konvensional lebih berorientasi pada mengurangi nominal pengeluaran jangka pendek.
Berikut perbandingan keduanya secara langsung yang perlu Anda ketahui:
Aspek | Frugal Living | Hidup Hemat Konvensional |
Fokus | Memaksimalkan nilai dan kegunaan setiap rupiah | Meminimalkan uang saat bertransaksi |
Cara Membeli Barang | Membeli sepatu berkualitas seharga Rp1.000.000 karena tahu akan awet hingga 5 tahun | Membeli sepatu seharga Rp200.000 karena murah saat ini, meski mungkin rusak dalam waktu 6 bulan |
Tujuan | Kebebasan finansial dan hidup berkecukupan | Sekadar mengurangi pengeluaran agar tidak cepat habis |
Sikap | Rela membayar mahal demi kualitas, efisiensi, dan daya tahan | Cenderung memilih yang paling murah tanpa memedulikan daya tahan |
Fleksibilitas | Ada ruang untuk hiburan dan kebutuhan sosial | Cenderung lebih kaku |
Jadi, frugal living tidak sama dengan pelit. Anda tetap mengeluarkan uang untuk hal-hal penting seperti biaya kesehatan, gizi keluarga, dan pendidikan, tanpa merasa bersalah.
Cara Menerapkan Frugal Living yang Tepat
Memulai tidak perlu dengan perubahan besar, Anda bisa menerapkan beberapa tips frugal living berikut ini dengan menyesuaikan pendapatan dan tanggungan.
1. Mencatat Pengeluaran Selama Satu Bulan
Catatan arus kas pribadi dapat membantu Anda untuk menunjukkan pos mana yang masih bisa dikurangi. Anda bisa memakai buku catatan, aplikasi, atau tabel sederhana sesuai dengan kenyamanan. Jangan lupa untuk memasukan biaya-biaya kecil yang sering tidak terasa seperti jajan kopi, uang parkir, atau subscription aplikasi.
2. Belanja dan Buat Budgeting Bulanan
Membuat budgeting dan melakukan belanja bulanan sangat penting agar tujuan keuangan Anda lebih terarah. Apalagi, Anda juga harus menghitung kebutuhan dan menyesuaikannya dengan alokasi dana yang ingin dikeluarkan. Cara ini dapat mengurangi risiko pembelian hanya karena diskon. Patuhi list belanjaan dan tahan diri untuk melakukan impulsive buying.
3. Menerapkan Aturan Jeda Seminggu
Sebelum membeli barang non esensial, Anda bisa menerapkan aturan ini. Memberikan jeda sebelum membeli dapat membantu Anda untuk mengidentifikasi apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan, keinginan Anda masih kuat, dan memengaruhi mobilitas sehari hari. Hal ini karena sering kali keinginan tersebut bisa menguap setelah beberapa hari.
4. Membandingkan Harga dan Memanfaatkan Promo
Anda dapat membandingkan harga, manfaat, dan daya tahannya sebelum memilih suatu barang. Gunakan promo yang ditawarkan oleh aplikasi maupun seller jika memang benar-benar ingin membeli barang tersebut. Barang yang awet akan terasa lebih terjangkau untuk penggunaan jangka panjang karena Anda tidak perlu menggantinya secara cepat.
5. Membiasakan Memasak dan Membawa Bekal
Jika Anda bekerja atau anak memiliki anak yang sekolah, membawa bekal dua atau tiga kali seminggu tentunya akan terasa lebih hemat. Dana konsumsi tersebut bisa Anda alihkan ke tabungan atau dana darurat ke depan. Memasak makanan sendiri juga dapat memudahkan Anda untuk mengatur asupan gizi keluarga.
Baca Juga: Kebutuhan Pokok Rumah Tangga: Daftar Lengkap dan Tips Belanjanya
Cerdas dengan Berhemat, Amankan FInansial di Masa Depan
Frugal living dapat membantu Anda mengelola keuangan dengan lebih sadar, menabung lebih konsisten, dan mengurangi utang konsumtif. Kuncinya adalah dengan menetapkan budgeting yang realistis, memperhatikan kebiasaan kecil dengan konsisten, serta memiliki tujuan keuangan yang jelas.
Setelah pengeluaran Anda lebih terkendali, saatnya Anda mulai mengamankan hasil berhemat Anda dengan mulai mengalokasikan sebagian dana tersebut untuk investasi. Kunjungi laman emasmurniasli.co.id, di sini kami menyediakan logam mulia, Kitkat Gold, edisi spesial, maupun emas untuk memenuhi kebutuhan Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Siapa yang cocok menjalani frugal living?
Siapa saja, dari mahasiswa hingga keluarga dengan cicilan, asalkan disesuaikan dengan pendapatan dan tanggungan.
Apakah boleh membeli barang mahal?
Boleh, selama barang tersebut dibutuhkan, awet, dan masih sesuai anggaran.
Dari mana sebaiknya memulai frugal living?
Mulailah dari mencatat pengeluaran selama satu bulan, lalu susun anggaran sederhana.
Apa risiko jika terlalu ekstrem berhemat?
Penghematan berlebihan bisa mengorbankan kebutuhan dasar dan hubungan sosial. Karena itu, tetap sisakan ruang untuk kesehatan dan hiburan.
Bagaimana menyimpan hasil penghematan agar tidak habis?
Sisihkan di awal bulan ke tabungan atau aset yang nilainya terjaga, seperti emas.
Tim Emas Murni Asli
Dapatkan info harga emas di inbox Anda.
Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.



