Lewati ke konten utama
Emas batangan bersertifikat resmi, harga transparan diperbarui setiap hari.Lihat Koleksi
Emas Murni Asli
Rp 2.522.500/gram(-0,16%)
Investasi

Risiko Investasi Emas, Kenali Sebelum Mulai Berinvestasi

8 risiko investasi emas yang wajib Anda pahami sebelum berinvestasi.

· · 5 menit baca

Tangan seseorang yang sedang memegang sebuah emas batangan

Investasi Emas untung atau rugi masih jadi pertanyaan banyak orang sebelum memutuskan untuk menyimpan sebagian dananya dalam bentuk logam mulia. Maka dari itu, perlu dipahami bahwa instrumen ini tetap memiliki risiko meskipun telah dikenal sebagai aset safe haven yang relatif stabil dibandingkan instrumen lainnya.

Harga emas memang cenderung naik dalam jangka panjang, akan tetapi pergerakannya tetap dipengaruhi suku bunga, inflasi, hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Oleh karena itu, belajar investasi emas bagi pemula sangat penting dilakukan agar tidak salah langkah, terutama soal waktu beli, tempat pembelian, dan tujuan investasi jangka panjang.

Artikel ini akan membahas tujuh risiko investasi yang wajib dipahami, lengkap dengan tips mengelolanya agar keputusan investasi Anda lebih matang dan minim potensi kerugian.

Risiko Investasi Emas yang Wajib Dipahami

Sebelum menaruh dana dalam bentuk emas, kenali terlebih dahulu berbagai risiko berikut ini agar Anda bisa mengambil keputusan lebih bijak.

1. Fluktuasi Harga di Pasar Global

Harga emas dunia ditetapkan dalam dolar AS dan bergerak mengikuti kebijakan bank sentral serta sentimen investor global. Kondisi ini membuat harga emas bisa turun dalam jangka pendek meskipun tren jangka panjangnya tetap menguat. 

Saat pandemi misalnya, harga emas sempat melonjak tajam sebelum kembali melambat ketika ekonomi berangsur stabil. Oleh larena itu, hindari membeli emas hanya karena tergiur sentimen sesaat tanpa melihat tren jangka panjangnya.

2. Selisih Harga Beli dan Jual

Harga beli emas biasanya selalu lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual kembali atau buyback, selisih ini disebut spread. Spread emas Antam per gram bisa mencapai sekitar 11 persen, sehingga kerugian investasi emas Antam kerap dirasakan jika dijual terlalu cepat. 

Semakin lama emas disimpan, semakin besar peluang kenaikan harga menutup selisih spread tersebut. Sebelum membeli, cek dulu besaran spread di tempat yang Anda pilih agar tidak kaget saat harus menjual.

3. Risiko Keamanan Penyimpanan

Emas fisik seperti yang berbentuk batangan atau perhiasan biasnya rawan hilang, dicuri, atau rusak jika tidak disimpan dengan baik. Oleh karena itu, Anda memerlukan tempat khusus seperti safe deposit box, atau beralih ke emas digital agar risiko ini lebih terkendali. 

Emas digital juga membuat Anda tidak perlu repot memikirkan tempat penyimpanan fisik sehari-hari. Jika tetap memilih safe deposit box, hitung juga biaya sewanya sebagai bagian dari total biaya investasi.

4. Risiko Membeli Emas Palsu

Maraknya transaksi emas kerap dimanfaatkan oknum untuk menjual emas palsu atau menawarkan investasi bodong dengan iming-iming keuntungan tidak masuk akal. Pastikan Anda selalu membeli emas dari lembaga resmi yang berizin dan diawasi OJK atau Bappebti. 

Jangan lupa untuk memeeriksa juga sertifikat keaslian setiap kali membeli emas fisik. Anda juga bisa memakai alat uji kadar emas sederhana sebagai langkah verifikasi tambahan sebelum transaksi.

5. Tidak Menghasilkan Pendapatan Pasif

Berbeda dengan saham atau obligasi yang memberi dividen dan bunga secara berkala, emas tidak menghasilkan passive income. Keuntungan baru bisa didapat saat emas dijual dengan harga lebih tinggi dari harga beli. 

Oleh karena itu, sebagai investor Anda perlu bersabar menunggu momentum harga yang tepat. Emas lebih cocok diposisikan sebagai pelengkap portofolio, bukan sumber penghasilan rutin.

6. Pengaruh Suku Bunga dan Inflasi

Saat suku bunga acuan naik, harga emas biasanya cenderung turun karena investor beralih ke instrumen berimbal hasil tetap seperti obligasi. Sebaliknya, ketika inflasi meningkat tak terduga, harga emas biasanya ikut terkerek naik. 

Oleh karena itu, emas dianggap mampu melindungi nilai kekayaan saat daya beli mata uang menurun. Anda bisa memantau kebijakan bank sentral seperti The Fed dan Bank Indonesia untuk memperkirakan arah pergerakan harga emas ke depan.

7. Pengaruh Nilai Tukar Mata Uang

Karena harga emas dunia dipatok dalam dolar AS, pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga emas dalam rupiah cenderung naik. Sebaliknya, saat rupiah menguat, nilai investasi emas dalam rupiah berpotensi menurun meskipun harga emas dunia stabil. 

Oleh karena itu, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS juga perlu ikut Anda pantau, bukan hanya harga emas dunia saja. Hal ini akan memengaruhi momen Anda saat Anda menjual emas kembali.

8. Kurang Cocok untuk Investasi Jangka Pendek

Kenaikan harga emas membutuhkan waktu, umumnya baru terasa signifikan setelah tiga hingga lima tahun. Risiko kerugian akan lebih terasa apabila emas dijual dalam waktu singkat karena selisih harga belum sempat menutup biaya spread. Jadi, emas kurang ideal jika tujuannya untuk mengejar cuan cepat.

Tips Meminimalisir Risiko bagi Pemula yang Ingin Investasi Emas

Memahami risiko-risiko di atas bukan berarti Anda harus menghindarinya. Berikut tips singkat agar investasi emas tetap aman dan berpeluang menguntungkan.

1. Tentukan Tujuan dan Jangka Waktu

Tetapkan tujuan investasi yang jelas, misalnya dana pendidikan, pernikahan, atau simpanan hari tua. Sesuaikan jangka waktu investasi dengan target tersebut agar tidak terpaksa menjual emas saat harga sedang turun.

2. Beli Emas di Tempat Tepercaya

Pilih penyedia resmi dengan sertifikat keaslian yang jelas agar terhindar dari risiko emas palsu. Emasmurniasli.id menyediakan emas logam mulia, Kitkat Gold, dan emas custom dengan jaminan keaslian.

3. Mulai dari Nominal Kecil dan Terapkan DCA

Anda tidak perlu membeli emas dalam jumlah besar sekaligus. Terapkan dollar cost averaging dengan membeli rutin dalam nominal yang sama agar risiko fluktuasi harga lebih terkendali.

4. Diversifikasi Portofolio

Jangan menempatkan seluruh dana hanya pada emas. Kombinasikan dengan reksa dana, saham, atau deposito agar risiko investasi lebih terkelola secara keseluruhan.

Investasi Emas Tetap Butuh Strategi yang Tepat

Emas memang dikenal sebagai instrumen investasi yang stabil, tapi bukan berarti bebas dari risiko. Mulai dari fluktuasi harga, spread, hingga risiko keamanan, semua faktor risiko investasi emas ini perlu dipahami sebelum membeli emas dalam jumlah besar. Semakin dini Anda belajar investasi emas bagi pemula, semakin siap pula menghadapi naik turunnya harga di pasar. 

Dengan strategi yang tepat, seperti menentukan tujuan investasi dan memilih tempat pembelian yang tepercaya, Anda bisa meminimalisir kerugian sekaligus memaksimalkan potensi keuntungan jangka panjang. Kombinasi riset, kesabaran, dan sumber emas yang tepercaya akan membuat perjalanan investasimu lebih tenang.

Yuk, mulai investasi emas Anda bersama Emas Murni Asli. Tersedia pilihan emas logam mulia untuk investasi jangka panjang, Kitkat Gold sebagai alternatif hadiah dan simpanan, hingga emas custom sesuai kebutuhanmu. Kunjungi emasmurniasli.co.id sekarang dan pastikan setiap gram emasmu terjamin keasliannya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja kelemahan investasi emas Antam?

Kelemahannya ada pada spread yang cukup tinggi, sekitar 11 persen per gram, serta tidak adanya pendapatan pasif dari kepemilikannya. Emas Antam juga kurang optimal jika dijual dalam waktu singkat.

Amankah investasi emas saat ini?

Emas tergolong relatif aman karena sifatnya sebagai safe haven, asalkan dibeli dari tempat resmi dan disimpan dengan baik. Tetap perhatikan keaslian produk dan legalitas platform sebelum bertransaksi.

Berapa lama waktu ideal untuk investasi emas?

Idealnya tiga sampai lima tahun, karena dalam kurun waktu tersebut kenaikan harga emas biasanya sudah menutup selisih spread pembelian. Semakin panjang jangka waktunya, semakin besar pula potensi keuntungannya.

Apakah investasi emas cocok untuk pemula?

Sangat cocok, sebab emas mudah dipahami dan bisa dimulai dengan modal kecil asalkan tujuan investasinya sudah jelas sejak awal. Pemula juga sebaiknya mengenal dulu risiko dan cara kerja spread sebelum membeli.

Bagaimana cara mengurangi risiko saat berinvestasi emas?

Terapkan dollar cost averaging, diversifikasi portofolio, dan belilah emas hanya di tempat resmi seperti Emasmurniasli.id. Pastikan juga jangka waktu investasimu sudah sesuai dengan tujuan finansial.

Bagikan artikel ini
TE
Tim Editorial

Tim Emas Murni Asli

Dapatkan info harga emas di inbox Anda.

Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.

Butuh bantuan?