Lewati ke konten utama
Emas batangan bersertifikat resmi, harga transparan diperbarui setiap hari.Lihat Koleksi
Emas Murni Asli
Rp 2.522.500/gram(-0,16%)
Umum

8 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tabungan Tetap Aman

Langkah praktis mengatur keuangan keluarga agar hemat dan tabungan aman.

· · 5 menit baca

Pasangan suami istri dan anak mereka sedang berkumpul bersama

Tidak ada cara mengatur keuangan rumah tangga yang pasti, akan tetapi Anda bisa menyesuaikannya dengan kondisi finansial keluarga Anda. Ada banyak metode mengatur keuangan rumah tangga yang efektif. Namun, kuncinya adalah Anda harus tahu bagaimana pencatatan pemasukan, membagi anggaran, mencatatnya, hingga menyisihkan tabungan.

Banyak keluarga kesulitan bukan karena penghasilannya yang kecil, akan tetapi belum memiliki sistem yang efektif dan disepakati bersama pasangan. Apalagi, harga kebutuhan pokok bisa naik sewaktu-waktu. Maka dari itu, setiap pos pembagiannya juga harus diatur secara fleksibel dan dievaluasi secara berkala.

Artikel ini akan merangkum delapan langkah praktis cara mengelola rumah tangga yang bisa Anda praktikkan. Mulai dari membagi anggaran hingga menjaga nilai tabungan jangka panjang. Simak terus ya!

Baca Juga: 8 Tempat Menyimpan Emas yang Aman: Rumah hingga Bank Resmi

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Efektif

Pengelolaan keuangan rumah tangga adalah proses merencanakan, mencatat, dan mengatur pemasukan dan pengeluaran keluarga untuk mencapai tujuan bersama. Berikut delapan cara efektif yang disusun secara berurutan agar lebih mudah diikuti.

1. Hitung Semua Pemasukan Keluarga

Mulailah dengan menjumlahkan gaji suami dan istri, upah lembur, bonus, serta penghasilan sampingan. Jika nominalnya berubah, gunakan rata-rata enam bulan terakhir agar anggaran tidak terlalu optimistis. Catat pemasukan tidak rutin juga, seperti THR secara terpisah supaya tidak terpakai untuk memenuhi gaya hidup.

Dari seluruh perhitungan tersebut, akan menghasilkan sebuah angka atau nominal yang menjadi dasar semua keputusan berikutnya. Jadi, pastikan Anda dan pasangan sama-sama terbuka soal penghasilan masing-masing.

2. Bagi Anggaran Sesuai Pola yang Cocok untuk Keluarga

Tidak ada rumus yang pasti yang berlaku untuk semua keluarga. Anda bisa menyesuaikannya dengan kondisi keuangan keluarga. Berikut lima pola pembagian anggaran yang bisa dijadikan acuan:

  • 50/30/20: 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan dan investasi. Jika penghasilan Anda adalah Rp 10 juta, maka artinya Rp5 juta, Rp3 juta, dan Rp2 juta.
  • 60/20/20: Pola ini cocok jika Anda memiliki cicilan rumah atau biaya sekolah anak yang membuat porsi kebutuhan membengkak.
  • 40/30/20/10: Cara ini merupakan saran dari pakar keuangan syariah Greget Kalla Buana yang membagi 20% untuk kebutuhan hidup, 30% cicilan, 20% untuk masa depan, dan 10% kebaikan.
  • Pola Sepertiga: Pola sepertiga ini diajarkan oleh sahabat Nabi, yaitu Salman Alfarisi, yang membagi ⅓ untuk kebutuhan, ⅓ untuk sedekah, dan ⅓ untuk tabungan atau modal usaha.
  • Pola Buatan Sendiri: Susun persentase dari catatan pengeluaran, lalu pastikan pos tabungan terisi terlebih dahulu.

3. Catat Pengeluaran Setiap Hari

Pencatatan membuat kebocoran kecil akan terlihat. Seperti jajan harian, langganan streaming, atau pengeluaran impulsif lainnya. Gunakan buku catatan, spreadsheet, atau aplikasi keuangan, kemudian kelompokkan pada kategori seperti sekolah, listrik dan air, belanja bulanan, dan transportasi.

Anda juga bisa menggunakan aplikasi di ponsel yang membuat pencatatan lebih cepat dan rapi. Dengan kebiasaan ini, Anda akan lebih mudah mengatur pengeluaran bulanan. Bandingkan catatan dan anggaran setiap minggu agar pos yang melebihi batas bisa segera dikoreksi.

4. Prioritaskan Kebutuhan Sebelum Keinginan

Urutkan pengeluaran berdasarkan prioritasnya. Misalnya, pengeluaran primer untuk makanan, tempat tinggal, listrik dan air, serta SPP anak. Lalu, pengeluaran sekunder untuk pulsa dan internet, terakhir tersier untuk kebutuhan entertain seperti reward pribadi, nonton, belanja, atau membeli gadget baru yang bisa menunggu, dan lain-lain.

Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan pada diri apakah barang tersebut benar-benar butuh ataukah hanya keinginan sesaat saja. Beri waktu 1-2 minggu, jika keinginan Anda masih kuat dan mendesak, kemungkinan Anda memang membutuhkannya. Namun, jika keinginan tersebut aman ditunda, kemungkinan itu hanya keinginan dan Anda bisa menabung dulu.

5. Siapkan Dana Darurat 3-6 Bulan

Dana darurat dapat melindungi keluarga dari PHK, sakit mendadak, atau kerusakan rumah. Saat mengelola keuangan rumah tangga, pos ini harus terisi sebelum Anda berinvestasi. Besara idealnya 3-6 kali pengeluaran bulanan, dan sebaiknya lebih besar jika penghasilan Anda tidak tetap.

Jika pengeluaran keluarga Rp6 juta per bulan, maka targetnya Rp18 juta sampai Rp36 juta. Anda bisa menyimpannya di rekening terpisah pada bank yang terdaftar sebagai peserta LPS. Hal ini karena simpanan akan dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank sesuai ketentuan yang berlaku. Hindari menggunakan uang tersebut untuk belanja jika tidak mendesak.

6. Jaga Rasio Utang, Maksimal 30%

Jika Anda memiliki cicilan, maka sebaiknya tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan. Jika penghasilan Rp10 juta, maka artinya batas maksimal Anda memiliki cicilan yaitu sebesar Rp3 juta. Utamakan utang produktif seperti KPR atau biaya pendidikan. Hindari paylater untuk jenis belanja konsumtif agar Anda tidak kaget jika membengkak setiap bulannya.

Selain itu, lunasi utang berbunga tinggi lebih dulu dan bayar sebelum jatuh tempo agar riwayat kredit di SLIK OJK Anda tetap bersih. Hal ini karena skor BI checking yang baik akan memudahkan Anda dalam pengajuan dan pembiayaan di masa depan.

7. Libatkan Keluarga dan Lakukan Evaluasi Bulanan

Perlu Anda pahami, bahwa mengatur keuangan rumah tangga bukan tugas satu orang saja. Anda harus membagi peran dengan jelas, misalnya, siapa yang membayar tagihan, mencatat pengeluaran, dan mengurus tabungan pendidikan anak. Jika memungkinkan, adakan rapat keluarga singkat setiap awal bulan untuk mengevaluasi anggaran.

Selain bekerja sama dengan pasangan, Anda juga bisa mengajari anak untuk menabung. Mulai dari menggunakan tabungan, instrumen digital, ataupun aset lainnya. Jika pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, Anda bisa langsung mencari penyebabnya. Selain itu, untuk pengalokasian bulan berikutnya bisa Anda sesuaikan lagi.

8. Amankan Nilai Tabungan dengan Emas 

Setelah dana darurat terpenuhi, Anda bisa mengalokasikan sebagian pemasukkan ke aset investasi emas yang nilainya cenderung stabil dan tahan inflasi. Hal ini karena emas adalah aset yang mudah dicairkan sehingga cocok untuk dana pendidikan anak atau pun tabungan pensiun hari tua.

Ada banyak instrumen emas yang bisa Anda pilih untuk tabungan. Mulai dari logam mulia, koin emas, emas custom, perhiasan emas, atau yang lainnya. Sebagai langkah awal, Anda bisa menentukan nominal rutin bulanan untuk investasi. Karena harganya bisa berfluktuasi, Anda juga bisa membelinya secara bertahap.

Baca Juga: Cara Menghitung Kadar Emas dengan Timbangan Air, Mudah dan Akurat!

Mulai Sekarang dan Wujudkan Keuangan Keluarga yang Sehat

Cara mengatur keuangan rumah tangga pada dasarnya merupakan soal konsistensi. Anda harus menghitung pemasukan, membagi anggaran, mencatat pengeluaran, menyiapkan dana darurat, menjaga utang, dan menyisihkannya untuk investasi. Mulai dari satu langkah kecil sekarang, lalu evaluasi bersama dengan pasangan setiap bulan.

Siap membangun tabungan jangka panjang yang lebih aman? Kunjungi laman emasmurniasli.co.id sekarang, pilih produk emas yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada berbagai jenis emas yang bisa Anda pilih, mulai dari logam mulia, emas custom, edisi spesial, dan juga Kitkat Gold. 

Jadikan emas sebagai bagian dari rencana keuangan keluarga Anda sekarang. Jangan tunda, mulai sisihkan sekarang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji pas-pasan?

Fokuskan pada kebutuhan pokok, pangkas langganan dan jajan, lalu sisihkan minimal 10% untuk tabungan di awal bulan. Nominal kecil tidak masalah selama konsisten.

Berapa dana darurat yang ideal untuk sebuah keluarga?

Idealnya adalah 3-6 kali pengeluaran bulanan. Jika hanya satu orang yang berpenghasilan, maka targetkan lebih dari 6 kali gaji.

Pola pembagian anggaran apa yang paling cocok untuk keluarga?

Tidak ada jawaban pola yang mutlak. Namun, Anda bisa mulai dengan pola 50/30/20, lalu sesuaikan dengan cicilan, jumlah anak, dan biaya hidup di kota Anda.

Siapa yang sebaiknya memegang keuangan keluarga?

Tidak harus istri atau suami saja, yang terpenting adalah kedua pihak sepakat soal peran dan sama-sama memantau catatan keuangan.

Apakah emas cocok untuk investasi keluarga?

Cocok untuk tujuan jangka panjang, karena nilainya relatif stabil dan mudah dicairkan. Meski harganya bisa naik-turun, namun tetap aman sebagai penyimpan nilai. Gunakan dana yang tidak dipakai untuk membeli aset ini.

Bagikan artikel ini
TE
Tim Editorial

Tim Emas Murni Asli

Dapatkan info harga emas di inbox Anda.

Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.

Butuh bantuan?