Gaji yang habis sebelum akhir bulan, bukan berarti selalu disebabkan karena penghasilan yang kurang. Pengeluaran yang tidak terencana, batas anggaran yang tidak jelas, atau kebiasaan menggunakan uang tabungan untuk kebutuhan sehari-hari juga bisa menjadi penyebabnya.
Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dengan menggunakan metode 50/30/20. Metode ini dapat digunakan untuk menyusun budgeting bulanan, baik untuk keuangan pribadi maupun rumah tangga.
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara menghitungnya, contoh penerapan, kelebihan dan kekurangan, serta tips menyesuaikannya dengan kondisi keuangan. Selengkapnya pada artikel berikut ini!
Apa Itu Metode 50/30/20?
Metode 50/30/20 adalah suatu aturan finansial yang membagi pendapatan bersih setelah pajak dan potongan lainnya menjadi tiga pos utama, yaitu 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan dan investasi.
Metode ini dipopulerkan oleh Elizabeth Warren dan Amelia Warren Tyagi melalui buku All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan yang diterbitkan pada tahun 2005. Dalam buku ini dijelaskan jika pembagian setiap pos dana dirancang untuk kebutuhan sehari-hari, pengeluaran pribadi, dan persiapan keuangan masa depan.
Di Indonesia, pengelolaan budget bulanan ini juga semakin disadari oleh masyarakat. Hal ini juga didukung oleh data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan OJK, LPS, dan BPS yang mencatat indeks literasi keuangan di Indonesia kini mencapai 69,57% dan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%,
Angka tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan dan pemahaman keuangan adalah dua hal yang berbeda. Oleh karena itu, kemampuan menyusun budgeting rumah tangga maupun priadi cukup penting agar penghasilan Anda dapat digunakan secara terencana.
Baca Juga: Apa Saja Manfaat Emas? Ketahui 12 Hal ini yang Jarang Diketahui
Pembagian Alokasi Pendapatan dalam Metode 50/30/20
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dasar perhitungan budgeting ini adalah penghasilan bersih, setelah dipotong oleh pajak dan potongan rutin. Untuk rumus cepatnya, Anda bisa mengalikan pendapatan bersih dengan 50%, 30%, dan 20% untuk mengetahui batas anggaran setiap posnya.
50% untuk Needs
Alokasikan setengah dari gaji Anda untuk pengeluaran kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap bulan, seperti:
- Sewa atau cicilan rumah
- Makanan dan kebutuhan dapur
- Transportasi, listrik, air, dan internet
- Biaya kesehatan dan asuransi wajib
- Cicilan minimum utang
- Zakat penghasilan bagi Muslim yang telah memenuhi ketentuan.
Prioritaskan kebutuhan ini agar pengeluaran penting tetap terpenuhi sebelum Anda menggunakan uang untuk keperluan lainnya.
30% untuk Wants
Sisihkan 30% gaji untuk pengeluaran yang dapat mendukung kenyamanan dan gaya hidup Anda. Namun, pos ini tidak wajib dipenuhi. Contohnya adalah makan di restoran, nongkrong, hiburan, hobi, liburan, dan belanja barang yang tidak mendesak.
Batasan pada pos ini membantu Anda tetap menikmati hasil kerja tanpa mengabaikan kondisi keuangan. Jika anggaran keinginan tidak habis, alihkan sisanya ke pos tabungan atau investasi.
20% untuk Savings
Gunakan 20% sisanya untuk mempersiapkan kebutuhan mendatang dan memperkuat kondisi keuangan Anda. Alokasinya dapat mencakup:
- Dana darurat untuk pengeluaran tak terduga.
- Tabungan untuk tujuan tertentu, seperti pendidikan atau pernikahan.
- Investasi sesuai tujuan dan profil risiko, misalnya emas atau reksa dana.
- Pelunasan utang lebih awal, terutama utang berbunga tinggi.
Jika Anda belum memiliki dana darurat yang memadai, prioritaskan pembentukannya sebelum meningkatkan investasi.
Contoh Pembagian Gaji dengan Metode 50/30/20
Agar lebih mudah diterapkan, berikut dua ilustrasi metode budgeting untuk pribadi maupun rumah tangga. Nominalnya bukan patokan mutlak karena biaya hidup dan kebutuhan setiap orang berbeda.
Contoh Budgeting Keuangan Pribadi dengan Gaji Rp8 Juta
Dengan porsi 50/30/20 murni, gaji Rp8 juta dibagi ke tiga pos berikut.
Pos Kebutuhan (50% = Rp4.000.000)
Pengeluaran | Nominal |
Sewa kos | Rp1.350.000 |
Makan harian dan air galon | Rp1.100.000 |
BBM dan parkir motor | Rp450.000 |
Listrik token dan air | Rp300.000 |
Cicilan minimum pay later | Rp250.000 |
Paket data dan pulsa | Rp200.000 |
Laundry dan perlengkapan mandi | Rp200.000 |
BPJS Kesehatan | Rp150.000 |
Subtotal | Rp4.000.000 |
Pos Keinginan (30% = Rp2.400.000)
Pengeluaran | Nominal |
Makan di luar dan pesan antar | Rp650.000 |
Nongkrong di kafe | Rp450.000 |
Keanggotaan gym | Rp350.000 |
Skincare dan potong rambut | Rp300.000 |
Hobi dan game | Rp250.000 |
Belanja online | Rp250.000 |
Langganan streaming dan musik | Rp150.000 |
Subtotal | Rp2.400.000 |
Pos Tabungan dan Investasi (30% = Rp1.600.000)
Pengeluaran | Nominal |
Dana darurat | Rp500.000 |
Emas logam mulia | Rp500.000 |
Reksa dana pasar uang | Rp300.000 |
Dana tujuan (liburan atau pernikahan) | Rp300.000 |
Subtotal | Rp1.600.000 |
Total: Rp4.000.000 + Rp2.400.000 + Rp1.600.000
Contoh Budgeting Keuangan Rumah Tangga dengan Penghasilan Rp12 Juta
Keluarga dengan cicilan rumah dan biaya sekolah anak seringkali memiliki kebutuhan lebih dari 50%. Oleh karena itu, contoh berikut ini akan memakai metode 60/20/20 agar tetap realistis.
Pos Kebutuhan (60% = Rp7.200.000)
Pengeluaran | Nominal |
Cicilan KPR | Rp2.600.000 |
Belanja dapur | Rp2.000.000 |
SPP dan les anak | Rp800.000 |
BBM, tol, dan parkir | Rp550.000 |
Listrik, air, dan gas LPG | Rp450.000 |
BPJS Kesehatan keluarga | Rp300.000 |
Internet dan pulsa | Rp250.000 |
Susu dan kebutuhan anak | Rp250.000 |
Subtotal | Rp7.200.000 |
Pos Keinginan (20% = Rp2.400.000)
Pengeluaran | Nominal |
Rekreasi akhir pekan | Rp700.000 |
Makan di restoran | Rp600.000 |
Belanja pakaian keluarga | Rp400.000 |
Hobi suami dan istri | Rp300.000 |
Langganan TV dan streaming | Rp200.000 |
Hadiah dan airsan | Rp200.000 |
Subtotal | Rp2.400.000 |
Pos Tabungan dan Investasi (20% = Rp2.400.000)
Pengeluaran | Nominal |
Dana darurat keluarga | Rp900.000 |
Emas logam mulia | Rp700.000 |
Dana pendidikan anak | Rp500.000 |
Reksa dana | Rp300.000 |
Subtotal | Rp2.400.000 |
Kelebihan dan Kekurangan Metode 50/30/20
Tidak ada formula yang cocok untuk semua orang, oleh karena itu Anda harus mengenali kelebihan dan keterbatasannya terlebih dahulu.
Kelebihan
- Mudah Diterapkan: Hanya memakai tiga angka sehingga mudah dipahami dan dijalankan oleh pemula
- Fleksibel: Persentasenya bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan.
- Membantu Mengontrol Pengeluaran: Batas budgeting membuat Anda lebih mudah membedakan kebutuhan dan keinginan.
- Mendorong Kebiasaan Menabung: Alokasi 20% membantu Anda mempersiapkan kebutuhan mendatang secara rutin.
Kekurangan
- Tidak Selalu Cocok: Karena biaya hidup tinggi atau gaji yang terbatas dapat membuat budgeting untuk kebutuhan melebihi 50%.
- Batas Keinginan Bisa Terlalu Besar atau Kecil: Kebutuhan setiap individu berbeda, sehingga alokasi 30% belum tentu ideal.
- Memerlukan Pencatatan Rutin: Tanpa memantau pengeluaran, Anda bisa kesulitan mengetahui apakah budgeting sudah sesuai.
- Belum Menentukan Target: Anda tetap perlu menetapkan tujuan keuangan, seperti dana pendidikan, DP rumah, atau dana pensiun.
Cara Menerapkan Metode 50/30/20 yang Efektif
Konsistensi tentunya akan lebih penting daripada rajin diawal, namun tidak bersemangat lagi di tengah jalan. Berikut adalah empat tips agar budgeting bulanan Anda lebih mudah diterapkan.
- Catat Pengeluaran Bulanan: Periksa mutasi rekening dan dompet digital untuk mengetahui pola belanja, lalu pisahkan kebutuhan dan keinginan. Jika penghasilan tidak tetap, gunakan estimasi pemasukan yang konservatif.
- Auto-Saving Tabungan di Awal Bulan: Sisihkan 20% penghasilan begitu gaji masuk ke rekening terpisah agar tidak bergantung pada sisa uang di akhir bulan.
- Evaluasi Anggaran Setiap Bulan: Bandingkan rencana dan pengeluaran aktual, lalu sesuaikan alokasinya jika penghasilan, cicilan, atau kebutuhan keluarga berubah.
- Prioritaskan dana darurat: Kumpulkan dana darurat sebesar 3-6 kali pengeluaran bulanan sebelum meningkatkan alokasi investasi.
Baca Juga: Kenapa Harga Emas Berbeda-Beda? Ketahui 6 Faktor Penyebabnya!
Mulai Sisihkan Gaji Anda untuk Menabung Emas
Metode 50/30/20 dapat membantu Anda membagi gaji dengan lebih jelas, yaitu kebutuhan lebih dulu, keinginan dibatasi, dan masa depan tetap memiliki alokasinya tersendiri. Mulailah dari nominal yang realistis, lalu naikkan secara bertahap. Untuk pos 20%, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk sebagian disimpan dalam bentuk emas.
Di Emas Murni Asli, tersedia emas logam mulia untuk tabungan jangka panjang, kitkat gold yang bentuknya mudah disimpan, dan emas custom atau edisi spesial jika Anda ingin untuk kenang-kenangan. Kunjungi laman emasmurniasli.co.id sekarang dan mulai sisihkan 20% penghasilan Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah premi asuransi termasuk kebutuhan?
Ya, premi asuransi yang diperlukan untuk perlindungan dapat dimasukkan ke pos kebutuhan.
Apakah THR dan bonus ikut dihitung?
Bisa. Prioritaskan untuk tabungan, dana darurat, atau pelunasan utang sesuai kebutuhan.
Bagaimana cara menerapkan metode ini untuk pasangan dengan dua penghasilan?
Gabungkan penghasilan bersih sebagai dasar anggaran, lalu sepakati pembagian kebutuhan, keinginan, dan tabungan.
Apa alternatif jika rasio 50/30/20 ini tidak cocok?
Anda bisa memakai rasio seperti 60/20/20/, atau 80/20 yang paling realistis dengan kondisi Anda.
Apakah harga emas bisa turun?
Ya. Harga emas berfluktuasi sehingga nilainya bisa turun saat dijual. Sesuaikan investasi emas dengan tujuan dan jangka waktu keuangan Anda.
Tim Emas Murni Asli
Dapatkan info harga emas di inbox Anda.
Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.



