Lewati ke konten utama
Emas batangan bersertifikat resmi, harga transparan diperbarui setiap hari.Lihat Koleksi
Emas Murni Asli
Rp 2.522.500/gram(-0,16%)
Umum

Financial Planning: Definisi, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

Pahami pengertian, manfaat, jenis, dan contoh financial planning Anda.

· · 6 menit baca

Buku catatan terbuka dengan pembatas buku

Financial planning dapat membantu Anda menjawab tiga pertanyaan, yaitu kemana uang pergi setiap bulan, berapa yang harus disisihkan, dan bagaimana agar keuangan Anda tetap aman saat keadaan berubah. Jawaban yang jelas dari ketiga pertanyan ini akan membuat tujuan keuangan Anda lebih cepat tercapai.

Anda tidak harus menunggu gaji Anda besar terlebih dahulu untuk memulainya. Baik penghasilan Rp5 juta maupun Rp50 juta, keduanya sama-sama membutuhkan strategi keuangan yang efektif agar keuangan Anda bisa terkontrol, pengeluaran dan pemasukan terorganisir, dan tidak hilang begitu saja tanpa jejak.

Artikel ini akan membahas pengertian, manfaat, jenis, dan contoh perhitungan perencanaan keuangan yang efektif. Selengkapnya, pada artikel berikut ini!

Apa Itu Financial Plan?

Financial planning adalah proses mencapai tujuan hidup melalui pengelolaan keuangan secara terencana. Proses ini mencakup pendapatan, pengeluaran, aset, dan kewajiban untuk kebutuhan masa kini dan masa depan. Hasil dari proses ini disebut dengan financial plan, yaitu dokumen yang memuat kondisi keuangan saat ini, tujuan, dan strategi mencapainya.

Jadi, financial planning adalah prosesnya yang terus berjalan, sedangkan financial plan adalah dokumen yang dihasilkan. Proses ini akan berlangsung seumur hidup dan tujuannya akan mengikuti tahapan kehidupan, mulai dari lajang, menikah, memiliki anak, hingga pensiun. 

Tahapan financial planning ini meliputi menentukan tujuan keuangan jangka panjang, menganalisis kondisi keuangan, menyusun perencanaan keuangan, mengimplementasikan rencana keuangan, hingga memantau hasilnya.

Baca Juga: 8 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tabungan Tetap Aman

Manfaat Financial Planning 

Penerapan rencana keuangan dengan konsisten bisa memberi dampak nyata bagi kondisi finansial harian maupun untuk jangka panjang. Berikut empat manfaatnya yang perlu Anda ketahui.

  • Pengeluaran Lebih Terkendali: Pencatatan keuangan dapat membantu Anda melihat kebocoran kecil, seperti langganan, yang jarang dipakai atau jajan harian yang tidak terasa. Pola pengeluaran yang tidak perlu pun dapat Anda kenali polanya dan mulai dikurangi. Hasilnyam stabilitas keuangan akan meningkat, dan sisa uang bulanan lebih besar.
  • Keputusan Finansial Lebih Strategis: Dengan tujuan yang jelas, Anda mengetahui kapan harus menabung, berinvestasi, atau menahan belanja. Pengeluaran impulsif juga dapat berkurang karena setiap rupiah yang Anda miliki memiliki fungsinya masing-masing. Keputusan keuangan pun akan terasa lebih sistemis dan tidak berdasarkan perasaan saja.
  • Pendapatan Dioptimalkan: Banyak orang yang berpenghasilan besar, namun memiliki kondisi ekonomi yang stagnan karena tidak memiliki perencanaan keuangan yang matang. Pembagian pos penghasilan dapat membantu uang Anda agar mengalir ke tempat yang produktif. Hasilnya, kekayaan yang Anda miliki berpotensi tumbuh seiring waktu.
  • Siap Menghadapi Risiko Masa Depan: Dana darurat dan proteksi dapat menjaga tabungan jangka panjang Anda dari pengeluaran tak terduga. Anda juga bisa lebih siap untuk menabung dana pensiun serta dana pendidikan untuk anak. Kecemasan terhadap masa depan pun jadi lebih berkurang karena perencanaan yang matang dapat mengurangi distraksi akibat kejadian tidak terduga.

Jenis-Jenis Financial Planning

Perencanaan keuangan terbagi menjadi beberapa area yang saling melengkapi. Anda tidak harus melakukannya sekaligus secara bersamaan. Berikut beberapa jenisnya yang perlu Anda ketahui.

1. Perencanaan Arus Kas

Perencanaan keuangan ini merupakan fondasi utama, Anda harus menjaga pemasukan dan pengeluaran bulanan agar tetap seimbang. Maka dari itu, budgeting menjadi dasar financial planning ini karena menentukan dana yang tersedia untuk tabungan dan investasi. Tanpa arus kas yang sehat, jenis lainnya akan sulit berjalan.

2. Perencanaan Dana Darurat

Dana darurat dapat menjadi penyelamat saat penghasilan Anda terhenti sementara dan muncul biaya tidak terduga lainnya. Dalam hal ini, Anda harus menabung sebanyak 3-6 pengeluaran bulakan atau sesuai nominal gaji terakhir. Namun, jika Anda sudah berkeluarga, beberapa sumber menyarankan untuk memiliki dana darurat untuk 6-12 kali pengeluaran agar lebih aman.

3. Perencanaan Proteksi Risiko

Asuransi kesehatan dan jiwa juga harus menjadi bagian perencanaan keuangan Anda, hal ini untuk melindungi perencanaan tersebut jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, tiba-tiba sakit serius, atau bahkan hilangnya penghasilan utama yang menggerus tabungan dalam waktu singkat. Prioritaskan proteksi ini jika Anda adalah tulang punggung keluarga. 

4. Perencanaan Investasi dan Tujuan Keuangan

Dana jangka panjang juga perlu ditumbuhkan lewat instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko yang Anda miliki, misalnya reksa dana, obligasi, atau emas. Memahami profil risiko setiap instrumen sebelum berinvestasi sangat penting agar Anda tidak panik saat nilainya terus bergerak. Kombinasikan dengan diversifikasi aset untuk menekan risikonya agar tidak rugi total.

5. Perencanaan Dana Pensiun

Penghasilan dari bekerja tidak akan selamanya ada, sehingga dana hari tua juga perlu dipersiapkan sejak dini agar kebutuhan tetap terpenuhi meski sudah tidak bisa bekerja. Semakin cepat Anda mulai menabung dan berinvestasi, maka semakin ringan jumlah uang yang perlu disisihkan setiap bulan.

Contoh Financial Planning Gaji Rp5 Juta, Bagaimana Membaginya?

Contoh berikut menggunakan metode 50/30/20 dengan gaji bersih Rp5 juta per bulan. Penghasilan Anda bisa dibagi menjadi tiga pos, yaitu kebutuhan, keinginan, serta tabungan dan investasi.

Pos

Porsi

Nominal

Contoh Penggunaan

Kebutuhan

50%

Rp2.500.000

Kos, makan, transportasi, dan tagihan

Keinginan

30%

Rp1.500.000

Hiburan, belanja, dan makan di luar

Tabungan dan investasi

20%

Rp1.000.000

Dana darurat, emas, dan reksa dana

Setelah membagi penghasilan, lakukan beberapa langkah berikut.

  • Prioritaskan Dana Darurat: Jika pengeluaran bulanan sebesar Rp4 juta, target dana darurat untuk tiga bulan adalah Rp12 juta. Dengan menyisihkan Rp1 juta per bulan, target ini bisa tercapai dalam waktu 12 bulan, selama seluruh alokasi tabungan digunakan untuk dana darurat dan tidak ada penarikan.
  • Kelola Utang Berbunga Tinggi: Jika memiliki utang kartu kredit, atau pinjaman berbunga tinggi, prioritaskan pembayarannya agar beban bunga tidak terus bertambah. Sesuaikan alokasi tabungan dan pelunasan utang dengan kondisi keuangan.
  • Mulai Investasi Secara Bertahap: Setelah dana darurat mencukupi utang berbunga tinggi terkendali, alokasikan 1 juta per bulan untuk investasi. Contohnya, Rp500 ribu untuk emas dan Rp500 ribu untuk reksa dana, dengan mempertimbangkan tujuan keuangan serta profil risiko Anda.
  • Evaluasi Pengeluaran Keinginan: Jika Anggaran keinginan dikurangi dari Rp1,5 juta menjadi Rp1 juta, Anda bisa mengalihkan selisih Rp500 ribu ke tabungan atau investasi. Dengan begitu, target keuangan dapat tercapai lebih cepat.
  • Tinjau Anggaran Secara Berkala: Evaluasi pembagian penghasilan setiap beberapa bulan sekali atau ketika terjadi perubahan kondisi, seperti kenaikan gaji, pindah tempat tinggal, atau bertambahnya tanggungan.

Sebelum menerapkan metode ini, catat pemasukan dan pengeluaran selama satu bulan. Jika alokasi kebutuhan sebesar 50% belum mencukupi, Anda bisa menyesuaikan persentasenya agar rencana keuangan Anda tetap realistis dan sesuai kemampuan.

Ingat, metode 50/30/20 ini merupakan panduan saja, dan bukan aturan mutlak yang harus Anda ikuti. Yang terpenting adalah, Anda dapat memenuhi kebutuhan utama, mengelola utang dengan bijak, dan menyisihkan uang secara konsisten untuk tujuan keuangan jangka panjang.

Baca Juga: Keuntungan Menabung Emas: 9 Alasan yang Perlu Anda Ketahui

Rapikan Rencana Keuangan Anda, dan Mulai Alokasikan ke Aset Emas

Financial planning tidak harus menunggu gaji Anda banyak terlebih dahulu. Yang terpenting adalah disiplin menjalankan rencana keuangan yang jelas. Anda bisa memulainya dengan mencatat keuangan, membangun dana darurat, dan meninjau rencana tersebut secara berkala. Setelah fondasinya kuat, tambahkan emas sebagai pelengkap diversifikasi investasi.

Jika Anda ingin menambahkan emas ke dalam rencana keuangan, Emas Murni Asli menyediakan berbagai jenis emas, mulai dari logam mulia, edisi spesial, Kitkat Gold, dan emas custom. Anda bisa memilih emas berdasarkan tujuan investasi Anda, baik untuk menabung secara bertahap maupun secara konsisten.

Kunjungi laman emasmurniasli.co.id sekarang dan cek katalog produknya agar perencanaan keuangan Anda lebih efektif.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa tujuan utama financial planning?

Membantu Anda mengatur uang untuk memenuhi kebutuhan saat ini, mencapai tujuan masa depan, dan membangung financial freedom.

Kapan waktu terbaik memulai perencanaan keuangan?

Mulailah sekarang, berapapun penghasilan Anda. Sesuaikan rencana dengan kemampuan dan kebutuhan.

Berapa dana darurat yang ideal?

Idealnya, tiga hingga enak kali pengeluaran bulanan. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan tanggungan dan kestabilan penghasilan.

Apakah perlu menggunakan financial planner?

Tidak wajib. Anda bisa menyusun rencana sendiri atau menggunakan jasa financial planner jika kebutuhan keuangan lebih kompleks.

Seberapa sering rencana keuangan perlu ditinjau?

Pantau pengeluaran setiap bulan dan evaluasi rencana keuangan setidaknya setahun sekali atau saat kondisi hidup berubah.

Bagikan artikel ini
TE
Tim Editorial

Tim Emas Murni Asli

Dapatkan info harga emas di inbox Anda.

Artikel dan info terbaru, dikirim saat kami publikasikan.

Butuh bantuan?